Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kredit Perbankan Tumbuh 9,53 Persen, Sektor Keuangan Indonesia Tetap Resilien

Berita

Kredit Perbankan Tumbuh 9,53 Persen, Sektor Keuangan Indonesia Tetap Resilien

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 06 Feb 2026 10:04
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Industri jasa keuangan Indonesia berhasil mencetak angka pembiayaan pembangunan sebesar Rp9.540 triliun sepanjang 2025. Perbankan menjadi kontributor paling dominan dengan pertumbuhan kredit mencapai 9,53 persen, yang menunjukkan kuatnya daya serap pasar terhadap modalitas pembangunan.

Capaian ini dinilai sebagai sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyebut solidnya kinerja sektor keuangan menjadi fondasi kuat untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Fundamental perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan sangat solid menjadi modalitas yang sangat penting untuk kelanjutan kita ke depan," ungkap Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Kamis (5/2/2026).

Meskipun kondisi global penuh tantangan, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,11 persen pada 2025. Untuk tahun 2026, pemerintah memproyeksikan angka tersebut meningkat ke level 5,4 persen. Guna mendukung target tersebut, OJK berencana memperketat ketahanan industri melalui pemenuhan modal minimum dan penguatan tata kelola manajemen risiko.


"Sektor jasa keuangan juga diperkuat melalui penyempurnaan tata kelola dan manajemen risiko termasuk pengelola risiko terhadap ancaman cyber yang semakin kompleks," urainya.

Selain memperkuat perbankan konvensional, OJK juga fokus memacu industri keuangan syariah. Bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, otoritas mendorong langkah spin off bagi unit usaha syariah yang telah memenuhi kriteria agar struktur industri lebih mandiri dan kuat.

Dalam hal pengawasan, OJK mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau aliran modal global secara lebih akurat. Langkah ini diharapkan mampu mengantisipasi fragmentasi ekonomi yang dipicu oleh pergeseran kualitas perdagangan dunia.

"Kontribusi pembiayaan mencapai Rp9.540 triliun, indikator likuiditas profil risiko dan solvabilitas industri jasa keuangan terpantau solid," tutupnya.(grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.