Progres Tol Padang-Pekanbaru Berlanjut, dari Pekanbaru ke Padang Nantinya Cuma 3 Jam
Admin
Sabtu, 03 Sep 2022 16:07
Siap-siap dengan berlanjutnya pembangunan Tol Padang-Pekanbaru, transportasi ke dua daerah jadi lebih singkat dan cepat.
Jika rampung dan dioperasikan, Jalan Tol Padang-Pekanbaru dapat memangkas waktu tempuh tol hanya 3 jam dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam.
Hal ini disampaikan Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro dalam rilis yang dikutip Kompas.com, Rabu (31/8/2022)
Pembangunan jalan Tol Riau-Sumbar atau Tol Pekanbaru-Padang terus dilakukan oleh Hutama Karya, setelah ruas Tol Padang-Sicincin sempat mangkrak.
Tol Padang-Sicincin sempat terhenti 1,5 tahun karena masalah pembebasan lahan.
Kini pembangunan akan segera dilanjutkan kembali.
Jadwal pembangunan Tol Padang-Sicincin dimulai kembali awal September 2022.
Prosesi dimulainya kembali pembangunan jalan tol tersebut ditandai pemukulan gong yang dilakukan oleh anggota DPR RI Amdre Rosiade didampingi Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Koentjoro dalam syukuran di ruas jalan tol Padang-Sicincin, Sabtu (27/8/2022).
Menurut Koentjoro, jalan Tol Padang-Sicincin merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera, yaitu Tol Padang-Pekanbaru.
Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru ruas Tol Padang Sicincin dimulai sejak 20 Desember 2018.
Dari main road sepanjang 36 km, hingga posisi Agustus 2022 atau 4 tahun, baru diselesaikan 4,2 Kilometer.
Dari 4,2 kilometer itu, baru bisa dilalui sepanjang 2 kilometer saja.
Estimasi nilai investasi di proyek Tol Pekanbaru-Padang ini sebesar Rp 80,41 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN), ekuitas lainnya, dan pinjaman.
Menurut Koentjoro, penyebab utama terhentinyapembangunan Tol Padang-Pekanbaru ruas Tol Padang-Sicincin adalah persoalan pembebasan tanah.
Proyek yang seharusnya dimaksimalkan untuk proyek Tol Padang-Sicincin selama ini dialihkan ke Pekanbaru dan Palembang.
Sementara itu di Riau yang menjadi bagian jalan Tol Padang-Pekanbaru sudah mengalami kemajuan pesat, hampir sampai ke perbatasan Sumbar. Seperti jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang dan Tol-Pekanbaru-Pangkalan.
Data yang diterima Kompas.com Senin (8/8/2022) menunjukkan Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 Km progres konstruksinya sudah mencapai 83,58 persen.
Kemudian seksi Tol Pekanbaru-Pangkalan (25 Km) dengan progres konstruksi 62,33 persen.
Tol ini menjadi bagian pembangunan ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap 1.
Pembangunan ruas-ruas JTTS tahap 1 sudah memasuki tahap akhir.
Bila Tol Trans Sumatera selesai tersambung, nantinya kota-kota besar di Sumatera bisa segera terhubung dengan mudah.
Artinya, ini akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi sekitar.
Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro pada Kompas.com Juli lalu menjelaskan, tak hanya memangkas waktu perjalanan, jalan tol ini akan membuka konektivitas antar-wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik.
Selain itu juga, tol ini akan menghubungkan dua pelabuhan laut yang berada di Padang dan Dumai di Riau, serta akan mengefisiensikan mobilitas orang dan barang.
Tol Pekanbaru-Padang sepanjang 254,8 kilometer dibangun secara bertahap dengan tujuan untuk melancarkan konektivitas antar dua provinsi yakni Riau dan Sumatera Barat.
Pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Padang ini ditugaskan kepada Hutama Karya selaku pengembang berkolaborasi bersama PT HK Infrastruktur (HKI) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor utama di seksi prioritas yang masuk dalam tahap I pembangunan.
HKI bertanggung jawab untuk konstruksi di Seksi Tol Pekanbaru-Bangkinang (40 kilometer) dan Seksi Tol Sicincin-Padang (36 kilometer).
Sementara Wika bertanggung jawab di Seksi Bangkinang-Pangkalan membentang 25 kilometer.