Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Tak Hanya Beras Ribuan Ton, Indonesia Setujui Impor 580.000 Ekor Ayam dari AS

Berita

Tak Hanya Beras Ribuan Ton, Indonesia Setujui Impor 580.000 Ekor Ayam dari AS

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 23 Feb 2026 10:20
(IlustrasiNet)
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyetujui impor 1.000 ton beras klasifikasi khusus dan 580.000 ekor ayam hidup dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari pelaksanaan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kebijakan tersebut diteken Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Donald Trump di Washington DC pada 19 Februari 2026.

"Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto seperti dikutip, Senin (23/2/2026).

Dia menjelaskan, impor tersebut terbatas pada kategori khusus dan realisasinya bergantung pada kebutuhan dalam negeri. Ia menyebut Indonesia belum pernah mengimpor beras dari AS dalam lima tahun terakhir, sementara komitmen 1.000 ton hanya sekitar 0,00003% dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton pada 2025.

Menurut dia kebijakan ini dinilai tak bertentangan dengan komitmen swasembada beras yang telah dideklarasikan sejak akhir 2025. Impor 580.000 ekor ayam hidup jenis Grand Parent Stock (GPS) dengan estimasi nilai USD17-USD20 juta. Pemerintah menyebut impor ayam ini diperlukan karena Indonesia belum memiliki fasilitas pembibitan indukan utama tersebut.

Tak hanya itu, akses impor juga dibuka untuk produk olahan ayam berupa mechanically deboned meat (MDM) dengan estimasi volume 120.000 hingga 150.000 ton per tahun sebagai bahan baku industri sosis dan nugget. Impor bagian ayam seperti leg quarters, dada, dan paha tetap diperbolehkan sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan keamanan pangan.

Mengutip laporan Reuters, kebijakan ini bagian dari kesepakatan dagang ART yang lebih luas. Indonesia berkomitmen mengimpor sekitar USD33 miliar produk energi, pertanian, dan kedirgantaraan AS, sementara AS menurunkan tarif resiprokal untuk sebagian besar produk Indonesia serta memberikan pembebasan tarif bagi komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit, kakao, dan kopi.

Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.