25 Kali Terlibat Aksi Curanmor di Pekanbaru, Akhirnya Ambruk juga Disikat Timah Panas
Rabu, 02 Sep 2015 08:38
Ra alias Dani tak berkutik usai dilumpuhkan dengan tembakan yang mengarah ke kaki kirinya oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Tampan, karena berusaha kabur saat dilakukan pengembangan. Kepada Polisi, pemuda berusia 19 tahun itu mengaku sudah 25 kali terlibat aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) di Pekanbaru, Riau.
Data yang diperoleh dari Kepolisian, Rabu (2/9/2015), dijelaskan, kalau spesialis Curanmor itu diciduk pada 31 Agustus 2015 lusa lalu, sekitar pukul 05.30 Wib, di Jalan Dahlia, Kecamatan Tampan. Disinyalir Dani tidak bermain sendiri, maka dari itu polisi sampai kini masih melakukan intrograsi terhadapnya, guna memburu rekan-rekan yang lainnya
"Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor jenis Satria FU, kunci T, satu paket sabu, dua bungkus besar serbuk putih yang diduga digunakan untuk campuran sabu serta dua buah STNK sepeda motor milik korbannya," sebut Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, MM, Rabu (2/9/2015) pagi.
Dua STNK itu, diketahui milik warga Perumnas Marwan Sejahtera Kecamatan Tambang, Kampar. Satunya lagi milik warga Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Kampar."Kita masih akan kembangkan lagi untuk mengungkap jaringan dari yang bersangkutan, serta mengusut kepemilikan sabu dan serbuk yang diduga untuk campuran sabu ini," tukasnya. (grc)
Ra alias Dani tak berkutik usai dilumpuhkan dengan
tembakan yang mengarah ke kaki kirinya oleh Unit Reserse Kriminal Polsek
Tampan‎, karena berusaha kabur saat dilakukan pengembangan. Kepada
Polisi, pemuda berusia 19 tahun itu mengaku sudah 25 kali terlibat aksi
pencurian sepeda motor (Curanmor) di Pekanbaru, Riau.
Data
yang diperoleh dari Kepolisian, Rabu (2/9/2015), dijelaskan, kalau
spesialis Curanmor itu diciduk pada 31 Agustus 2015 lusa lalu, sekitar
pukul 05.30 Wib, di Jalan Dahlia, Kecamatan Tampan. Disinyalir Dani
tidak bermain sendiri, maka dari itu polisi sampai kini masih melakukan
intrograsi terhadapnya, guna memburu rekan-rekan yang lainnya.‎
"Polisi
juga mengamankan barang bukti berupa‎ satu unit sepeda motor jenis
Satria FU, kunci T, satu paket sabu, dua bungkus besar serbuk putih yang
diduga digunakan untuk campuran sabu serta dua buah STNK sepeda motor
milik korbannya," sebut Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo
Tejo SIK, MM, Rabu (2/9/2015) pagi.
Dua STNK itu,
‎diketahui milik warga Perumnas Marwan Sejahtera Kecamatan Tambang,
Kampar. Satunya lagi milik warga Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar
Petalangan, Kabupaten Kampar.‎ "Kita masih akan kembangkan lagi untuk
mengungkap jaringan dari yang bersangkutan, serta mengusut kepemilikan
sabu dan serbuk yang diduga untuk campuran sabu ini," tukasnya. (Had)
Senyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air
Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb
Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan
PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang
Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan
Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia
JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna
Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan
JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil