Minggu, 26 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Dipukul Polisi, Peserta Musda KNPI Pelalawan Mengadu ke DPD Riau

Dipukul Polisi, Peserta Musda KNPI Pelalawan Mengadu ke DPD Riau

Rabu, 06 Jan 2016 10:37
Takim Nasri
PEKANBARU- Tidak terima dengan aksi pemukulan yang diduga dilakukan oknum aparat kepolisian Polres Pelalawan saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke IV DPD KNPI Pelalawan di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja, Selasa (05/01/16), Takim Nasri, salah seorang korban melapor ke DPD KNPI Riau.

"Saya tidak terima dengan sikap kepolisian yang katanya sebagai pengaman Musda. Lihatlah wajah saya, terutama di bagian mata tampak hijau lebam dan sejumlah anggota tubuh lainnya mengalami hal serupa," kata Takim Nasri.

Untuk itu, dirinya dengan satu orang korban lainnya melaporkan hal ini ke DPD KNPI Riau untuk kemudian ditindaklanjuti. Selain ke DPD KNPI Riau, hal yang sama akan dilakukan pihaknya ke Polda Riau.

"Tadi saya dan teman saya sudah melakukan visum di Rumah Sakit Santa Maria dan hasilnya bisa diambil besok (hari ini,red). Kami juga akan laporkan persoalan ini ke Polda, ini bentuk arogansi aparat kepolisian ke kami," ungkapnya.

Ia pun sempat menceritakan kronologis yang sebenarnya. Waktu pelaksanaan Musda, terjadi pertikaian antara dua kubu (kubu Indra Kampe dan kubu Adi Sukemi). Saat pertikaian terjadi, dirinya hendak melerai pertikaian.

"Maksud saya dan teman saya, hanya melerai pertikaian, nah oleh oknum polisi, disangkanya mungkin kami ni biang kericuhan. Dibawanya kami ke sebuah ruangan di sana, dipukulnya, ditendangnya kami," ceritanya.

Setelah itu, ia dibawa aparat kepolisian ke Mapolres Pelalawan. Di sana terangnya, ia dan temannya diinterogasi perihal kericuhan Musda. Saat interogasi berlangsung, ia dan temannya kembali mendapat pukulan dari oknum polisi.

"Saya memang lupa siapa nama polisinya, tapi saya masih ingat wajah polisi yang memukul kami. Termasuk oknum polisi yang memukul di arena Musda dan oknum polisi di Mapolres Pelalawan," jelasnya.

Di Mapolres, ia mengakui bahwa ia dan temannya dipaksa polisi untuk menandatangani surat perdamaian. Jika surat tidak ditanda tangani, maka ia dan temannya diancam akan dipenjara dengan alasan merusak suasana Musda.

"Karena dipaksa seperti itu, kami mau tidak mau menandatangani surat perdamaian yang dibuat mereka. Kami berharap sekali, DPD KNPI Riau dan Polda Riau bisa menyelesaikan persoalan ini," imbuhnya.

Sementara itu, Dedi Azwandi, delegasi OKP Barisan Pemuda Demokrat mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang dialami rekannya tersebut. Ia pun meminta Polda Riau mengusut tuntas persoalan ini.

"Kalau bisa, ganti aparat kepolisian Polres Pelalawan yang melakukan tindakan seenaknya. Kita akan kawal ini," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Novri Andri Yulan, Wakil Sekretaris Bidang Organisasi KNPI Riau mengatakan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Baginya, tindakan anarkis pihak kepolisian semestinya tidak boleh terjadi.

"Saya dengan jajaran pengurus KNPI Riau yang lain, akan selalu memfasilitasi sekaligus mengawal persoalan ini sampai tuntas," tutupnya.(rtc)
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Jul 2026 11:47

    Senyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air

    Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki