Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Dipukul Polisi, Peserta Musda KNPI Pelalawan Mengadu ke DPD Riau

Dipukul Polisi, Peserta Musda KNPI Pelalawan Mengadu ke DPD Riau

Rabu, 06 Jan 2016 10:37
Takim Nasri
PEKANBARU- Tidak terima dengan aksi pemukulan yang diduga dilakukan oknum aparat kepolisian Polres Pelalawan saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke IV DPD KNPI Pelalawan di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja, Selasa (05/01/16), Takim Nasri, salah seorang korban melapor ke DPD KNPI Riau.

"Saya tidak terima dengan sikap kepolisian yang katanya sebagai pengaman Musda. Lihatlah wajah saya, terutama di bagian mata tampak hijau lebam dan sejumlah anggota tubuh lainnya mengalami hal serupa," kata Takim Nasri.

Untuk itu, dirinya dengan satu orang korban lainnya melaporkan hal ini ke DPD KNPI Riau untuk kemudian ditindaklanjuti. Selain ke DPD KNPI Riau, hal yang sama akan dilakukan pihaknya ke Polda Riau.

"Tadi saya dan teman saya sudah melakukan visum di Rumah Sakit Santa Maria dan hasilnya bisa diambil besok (hari ini,red). Kami juga akan laporkan persoalan ini ke Polda, ini bentuk arogansi aparat kepolisian ke kami," ungkapnya.

Ia pun sempat menceritakan kronologis yang sebenarnya. Waktu pelaksanaan Musda, terjadi pertikaian antara dua kubu (kubu Indra Kampe dan kubu Adi Sukemi). Saat pertikaian terjadi, dirinya hendak melerai pertikaian.

"Maksud saya dan teman saya, hanya melerai pertikaian, nah oleh oknum polisi, disangkanya mungkin kami ni biang kericuhan. Dibawanya kami ke sebuah ruangan di sana, dipukulnya, ditendangnya kami," ceritanya.

Setelah itu, ia dibawa aparat kepolisian ke Mapolres Pelalawan. Di sana terangnya, ia dan temannya diinterogasi perihal kericuhan Musda. Saat interogasi berlangsung, ia dan temannya kembali mendapat pukulan dari oknum polisi.

"Saya memang lupa siapa nama polisinya, tapi saya masih ingat wajah polisi yang memukul kami. Termasuk oknum polisi yang memukul di arena Musda dan oknum polisi di Mapolres Pelalawan," jelasnya.

Di Mapolres, ia mengakui bahwa ia dan temannya dipaksa polisi untuk menandatangani surat perdamaian. Jika surat tidak ditanda tangani, maka ia dan temannya diancam akan dipenjara dengan alasan merusak suasana Musda.

"Karena dipaksa seperti itu, kami mau tidak mau menandatangani surat perdamaian yang dibuat mereka. Kami berharap sekali, DPD KNPI Riau dan Polda Riau bisa menyelesaikan persoalan ini," imbuhnya.

Sementara itu, Dedi Azwandi, delegasi OKP Barisan Pemuda Demokrat mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang dialami rekannya tersebut. Ia pun meminta Polda Riau mengusut tuntas persoalan ini.

"Kalau bisa, ganti aparat kepolisian Polres Pelalawan yang melakukan tindakan seenaknya. Kita akan kawal ini," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Novri Andri Yulan, Wakil Sekretaris Bidang Organisasi KNPI Riau mengatakan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Baginya, tindakan anarkis pihak kepolisian semestinya tidak boleh terjadi.

"Saya dengan jajaran pengurus KNPI Riau yang lain, akan selalu memfasilitasi sekaligus mengawal persoalan ini sampai tuntas," tutupnya.(rtc)
Berita Terkait
  • Rabu, 03 Jun 2026 11:24

    Panglima TNI Dampingi Menhan RI Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Nega

  • Rabu, 03 Jun 2026 11:16

    Lagi, Pengedar Perusak Saraf di Batsol Bengkalis Diringkus Polisi

    BENGKALIS- Polres Bengkalis kembali berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan perusak saraf narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.Seorang pria berinisial RP (42) diamankan saat diduga hendak

  • Rabu, 03 Jun 2026 10:30

    Gubernur Bobby Ajak BNNP Perkuat Pemberantasan Narkoba Sumut dengan Intervensi Terpusat

    Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution secara tegas mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut untuk meningkatkan kolaborasi. Ajakan ini bertujuan memperkuat upaya intervensi dalam pember

  • Rabu, 03 Jun 2026 10:06

    Kejagung Benarkan Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana

    Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).Penggeledahan dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto melaku

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:51

    Balas Serangan AS di Pulau Qeshm, Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait

    JAKARTA â€" Iran melancarkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dan Bahrain pada Selasa (2/6/2026). Serangan ini merupakan pembalasan setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mela

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.