Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Dugaan Korupsi di Bappeda Bengkalis Harus Diusut Tuntas

Dugaan Korupsi di Bappeda Bengkalis Harus Diusut Tuntas

Laporan : Afdal Aulia
Selasa, 16 Feb 2016 17:26
Internet
Ilustrasi
BENGKALIS-Dugaan praktek korupsi yang terjadi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis dinilai pemerhati masalah korupsi di Bengkalis jangan hanya sebatas Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif. Apalagi akhir-akhir ini beredar sms gelap bahwa telah terjadi dugaan korupsi luar biasa di "dapurnya" Pemkab Bengkalis tersebut.

 Direktur Eksekutif BAK-LIPUN Bengkalis Abdul Rahman S, memberi apresiasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis yang mulai memeriksa sejumlah pejabat di Bappeda Bengkalis. Tapi ia berharap pemeriksaan jangan hanya sebatas dugaan SPPD fiktif, karena diduga juga terjadi praktek korupsi pada berbagai kegiatan di SKPD bersangkutan.

"Ada sms gelap yang menyebutkan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi di Bappeda Bengkalis yang dilakukan oleh oknum pejabat disana pada periode 2012-2014 dengan nilai mencapai Rp 50 milyar. Kegiatannya meliputi Corporate Social Responsibility (CSR), monitoring, kajian bupati, bimbingan tekhnis (bimtek), renovasi kantor Bappeda dan SPPD,"ungkap Abdul Rahman, Selasa (16/02/2016).

Sumber sms tersebut ujar Abdul, meminta kepada Polda dan Kejati Riau serta Polres dan Kejari Bengkalis untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi di Bappeda Bengkalis itu sampai tuntas. Bila dicermati isi sms tersebut, bisa jadi berasal dari orang dalam Bappeda Bengkalis sendiri yang tahu seluk beluk kegiatan yang terindikasi korupsi di SKPD yang dikepalai Jondi Indra Bustian tersebut.

Dimulai pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi di Bappeda Bengkalis oleh Kejari dimintanya tidak setengah-setengah. Kejari didesak juga mengusut semua kegiatan di Bappeda dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir yang memang diduga terindikasi korupsi. Apalagi selama ini Bappeda Bengkalis jarang tersentuh penegak hukum.

"Sangat tidak tertutup kemungkinan telah terjadi dugaan praktek korupsi di Bappeda Bengkalis, karena disanalah tempat "menggodok" APBD Bengkalis yang nilainya trilyunan setiap tahun. Kalau sebelumnya Kasi Pidsus Kejari Bengkalis (Yusuf Luqita Danawiharja,red) menyebutkan pemeriksaan pejabat di Bappeda terkait dugaan SPPD fiktif, kita minta dilakukan pengembangan kasus,"tambah Abdul Rahman.

Sebelumnya Kasi Pidsus Kejari Bengkalis Yusuf Luqita Danawiharja menyebutkan bahwa pihak telah memeriksa dua pejabat eselon III di Bappeda Bengkalis yaitu inisial IH dan EI, terkait dugaan SPPD fiktif. Keduanya diperiksa pada Senin (15/02/2016) bersamaan dengan peemriksaan tiga pejabat Dispenda Bengkalis.(afd)   
Hukrim
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:24

    DPO Narkoba Dibekuk saat Menghadiri Pesta Pernikahan

    BENGKALIS - Pelarian buronan kasus narkotika berakhir dramatis. Pria berinisial L (46), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ditangkap Tim Opsnal Polsek Rupat, saat menghadiri pesta pernikah

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:41

    Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terus mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kon

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:07

    Susul Eks Menag Yaqut, Gus Alex Kini Ditahan KPK dan Kenakan Rompi Oranye

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan staf khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Ia ditahan us

  • Selasa, 17 Mar 2026 14:46

    Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba Jelang Lebaran, 10 Kg Ganja Disita

    Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Grogol, Jakarta Barat (Jakbar). Barang bukti berupa 10 kilogram (kg) ganja berhasil disita pihak kepolis

  • Selasa, 17 Mar 2026 14:10

    Viral! Jambret Rampas Santunan Anak Yatim di Pekanbaru, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

    Pekanbaru - Aksi penjambretan terhadap seorang anak yatim terjadi di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa ini menjadi perhat

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.