Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Lagi-lagi Perusahaan Di Inhil Bikin Ulah Kali Ini Lahan Warga Kecamatan Gas Yang Di Serobot

Lagi-lagi Perusahaan Di Inhil Bikin Ulah Kali Ini Lahan Warga Kecamatan Gas Yang Di Serobot

Laporan: Aditya Prahara
Senin, 17 Agu 2015 17:35
Aditya Prahara

TEMBILAHAN - Lagi-lagi Salah satu perusahaan di Kabupaten Indragiri Hilir kembali berulah. Kali ini, warga Desa Teluk Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka, yang menjadi korban.

Pasalnya, menurut penuturan salah seorang warga di sana, Ahmad saat mengunjungi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir, di depan beberapa wartawan yang tergabung dalam kepengurusan PWI Inhil, ia mengadu bahwa lahan perkebunan miliknya, kini sebagian telah rata dengan tanah setelah diserobot perusahaan bernama PT Citra Palma Kencana tanpa ada kejelasan ganti rugi lahan kepada dirinya.

Di kesempatan itu Ahmad juga menjelaskan, pada awalnya memang lahan miliknya sempat ditawar oleh perusahaan, namun karena nilai ganti rugi penyerahan lahan tidak sesuai ia langsung menolak tawaran tersebut.

"Tak lama kemudian, perusahaan kembali menawarkan ke sistem pola kemitraan saja, yakni masuk kedalam kelompok Plasma. Awalnya saya tertarik untuk masuk, tapi setelah saya cermati sepertinya perusahaan ingin menipu saya. Karena didalam salah satu syarat yang diminta perusahaan adalah agar seluruh anggota mengikuti semua ketentuan perusahaan, sedangkan penjelasan point-point ketentuan itu tidak ada disebutkannya. Makanya saya jadi curiga,"sebutnya.

Kemudian ia menjelaskan karena sebagian lahan sekitar 6 hektar dari 12 hektar miliknya telah dirusak oleh perusahaan. Selanjutnya ia mencoba meminta pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan, dengan menjumpai langsung Manager Kebun (MK) perusahaan. Namun sungguh disayang, usahanya tersebut tak membuahkan hasil.

"Saya sudah coba menanyakan hal ini langsung kepada MK perusahaan dan jawabannya berbelit belit seperti mengelak gitu untuk bertanggung jawab,"sebutnya.

Mirisnya lagi, hasil mengecewakan juga dirasakannya , ketika mencoba berusaha meminta bantuan kepada pemerintah daerah dan Kepolisian Sektor setempat.

Untuk itu, ia datang dan meminta bantuan kepada wartawan yang tergabung di PWI Inhil untuk turun tangan, mencoba membantu mengatasi keluhannya ini serta warga lainnya di sana.

"Bukan saya aja , warga lainnya juga merasa dirugikan. Sepengetahuan saya saja, ada 5 orang, kalau diperkirakan luas lahan yang diserobot sekitar 50 hektar,"jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua PWI Inhil M Yusuf mengatakan akan berusaha membantu , dan siap untuk menindaklanjuti kebenarannya di lapangan dalam waktu dekat ini bersama seluruh kepengurusan PWI Inhil.

"Kita akan investigasi dan pengumpulan data ke lokasi,  sehingga kita bisa melihat secara langsung kebenarannya,"tegasnya, Senin (17/8).

Lebih jauh ia juga berpesan, bagi masyarakat yang ingin mendapat bantuan , ia dengan rendah hati siap membuka pintu PWI. (dit)

Hukrim
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.