Senin, 25 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Sopir Angkutan MinyaKita Tewas Diikat dan Dilakban di Pekanbaru, Dibunuh Rekan Demi Kuasai Muatan.

Sopir Angkutan MinyaKita Tewas Diikat dan Dilakban di Pekanbaru, Dibunuh Rekan Demi Kuasai Muatan.

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 25 Mei 2026 08:50
PEKANBARU-Teka-teki pembunuhan sopir truk pengangkut MinyaKita yang ditemukan tewas dengan tangan terikat dan wajah dilakban di Jalan SM Amin, Pekanbaru, akhirnya terkuak. 

Polisi mengungkap, korban ternyata dibunuh oleh rekan kerjanya sendiri demi menguasai muatan minyak goreng untuk dijual kembali.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta mengatakan, otak pelaku berinisial FG merupakan sopir truk ekspedisi yang bekerja bersama korban, Hery Supardi (55). 

Awalnya, FG disebut berencana menggelapkan muatan MinyaKita yang dibawa dari Medan menuju Lampung, pada 30 April 2026.

“Pelaku utama FG ini merupakan sopir truk ekspedisi bersama korban. Niat awal ingin menggelapkan isi muatan, namun korban tidak mau diajak kerja sama,” kata Muharman, saat ekspos, Minggu (24/5/2026).

Karena korban menolak rencana tersebut, FG kemudian mengajak tiga rekannya untuk menjalankan aksi keji itu.

Para pelaku naik bertahap ke truk di perjalanan, dengan alasan menumpang.

Di dalam truk, korban diduga diserang, lalu diikat dan dilakban. Sampai akhirnya tewas. Para pelaku dalam hal ini mencoba merekayasa seolah-olah terjadi perampokan.


Setelah korban tewas, para pelaku berencana menjual muatan minyak goreng dalam truk. 

Namun rencana tersebut gagal setelah pihak perusahaan ekspedisi yang curiga terhadap pergerakan GPS kendaraan, lebih dulu mendatangi lokasi keberadaan truk bersama pihak kepolisian, yakni di sebuah bengkel kawasan Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Saat itu, ada saksi yang sempat melihat terduga pelaku kabur dari lokasi.

“Motif ingin menguasai barang untuk dijual kembali atau motif ekonomi. Namun barang-barang saat kejadian belum sempat dijual oleh para pelaku,” ujar Muharman.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah menangkap tiga pelaku masing-masing berinisial FG, ZN dan AS. 

Sementara satu pelaku lain berinisial AN masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

FG ditangkap di wilayah Binjai pada 21 Mei 2026. Sehari berselang, polisi meringkus ZN di Langkat dan AS di Mandau, Kabupaten Bengkalis.


FG dan ZN, Terpaksa dilumpuhkan petugas dengan tembakan di bagian kaki karena mencoba melawan saat akan diamankan.

Sebelumnya, penemuan jasad korban sempat menggegerkan warga.

Hery Supardi ditemukan tak bernyawa di dalam truk. Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan, 3 Mei 2026 siang.

Tangan terikat dan wajah tertutup lakban, sempat memunculkan dugaan bahwa korban menjadi sasaran perampokan sadis.

Belakangan, penyelidikan polisi mengungkap skenario itu ternyata dibuat untuk mengelabui aparat.(Tribunpekanbaru)

Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/pekan-life/1105930/sopir-angkutan-minyakita-tewas-diikat-dan-dilakban-di-pekanbaru-dibunuh-rekan-demi-kuasai-muatan?page=2

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.