Jumat, 26 Jun 2026

Internasional

China Ancam Rebut Taiwan dengan Senjata

Kamis, 03 Jan 2019 10:16
Detik.com
Beijing - Presiden Xi Jinping kembali mendesak reunifikasi China-Taiwan melalui "Satu Negara Dua Sistem", namun Taiwan tegas menolak dengan alasan akan terjadi pembatasan demokrasi dan kemerdekaan.

"China harus dan akan bersatu… ini adalah suatu persyaratan yang tak dapat dielak untuk membuat suatu pembaharuan hebat bagi penduduk China di masa yang akan datang,'' tegas Presiden Xi dalam pidato perayaan 40 tahun Hubungan Lintas Selat China-Taiwan di Great Hall People of Beijing, Selasa 1 Januari 2019.

Dalam desakan unifikasi ini, Presiden Xi kembali menggagas "Satu Negara Dua Sistem" tanpa menghilangkan opsi militer dalam proses penyatuan kembali Taiwan. "Kami tidak bisa berjanji untuk mengakhiri kekuatan militer dan akan menggunakan pilihan ini jika diperlukan," tambahnya.

Gagasan Presiden Xi pun ditolak oleh Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen yang menyatakan bahwa negaranya tidak akan menerima "Satu Negara Dua Sistem" dalam pengaturan politiknya. Tsai menegaskan bahwa penduduk Taiwan tidak akan menyerahkan kemerdekaannya kepada negara otoriter.

"Beijing harus menghormati desakan 23 juta orang untuk kemerdekaan dan demokrasi. Beijing harus menggunakan kedamaian dan persamaan untuk mengatasi perbedaan yang kita miliki," kata Tsai Ing-Wen.

Usul "Satu Negara Dua Sistem" telah diimplementasikan di Hongkong dan Macau setelah Inggris memberikan kembali kedua kota ini kepada China pada tahun 1997. Namun usul ini ditolak oleh Claudia Mo, dewan legislatif pro demokrasi Hongkong, "China akan 'menelan' Taiwan tak hanya politik tapi juga ekonomi dan kultur."

Lebih lanjut Claudia menjelaskan bahwa pola yang diterapkan China untuk Hongkong dan Macau tidaklah tepat diterapkan di Taiwan, melihat kemerdekaan yang kian memudar setiap tahunnya di Hongkong.

Beberapa pihak di Taiwan setuju dengan Beijing, mereka mengatakan memburuknya hubungan dengan Beijing telah merusak bisnis, pemotongan anggaran pensiun, hingga pengurangan hari libur publik. Pendapatan pun dikatakan tidak sesuai dengan kenaikan biaya hidup di Taiwan.

Tahun lalu, partai yang berkuasa di Taiwan menderita kekalahan besar dalam jajak pendapat jangka menengah, Beijing menuding ini adalah akibat dari penolakan unifikasi. Ragam cara pun telah dilakukan China untuk memangkas keberadaan Taiwan di ranah Internasional seperti menghentikan Taiwan dari forum global, 'memburu' sekutu diplomatik Taiwan, hingga tekanan China kepada sektor bisnis asing untuk memasukkan Taiwan sebagai bagian dari China pada situs website mereka.

Sejak akhir perang sipil Tiongkok di tahun 1949 Taiwan menyatakan diri sebagai negara berdaulat secara de-facto dengan mata uang, sistem politik, dan sistem peradilan mandiri. April 1979, Presiden Chiang Ching Kuo tegas menolak tawaran unifikasi ini dengan kebijakan "Tiga penolakan" : tanpa kontak, tanpa kompromi, dan tanpa negosiasi dengan China. Ketegangan ini mulai mereda di 1987 ketika penduduk Taiwan dapat mengunjungi sanak saudaranya di China.



(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 11:31

    Melawan Arus di Perbaikan Jalan di KM 75 Pelalawan, Polantas Tilang Pengendara, Sebabkan Kemacetan

    PEKANBARU - Kemacetan panjang yang sempat terjadi di Jalan Lintas Timur KM 75, Kabupaten Pelalawan, berhasil diatasi setelah Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelalawan, melakukan pengaturan arus

  • Jumat, 26 Jun 2026 11:24

    Sepekan Pasca Aksi Wartawan, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pandra Dicopot

    PEKANBARU - Pasca sepekan aksi yang digelar puluhan wartawan di Pekanbaru, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, dicopot dari jabatannya.Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dimutasi se

  • Jumat, 26 Jun 2026 11:13

    Miliki Pil Ekstasi Berlogo Tengkorak, Pemuda Dumai Ditangkap Polisi

    DUMAI - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Kamis&nb

  • Jumat, 26 Jun 2026 11:02

    2 Pejabat SPBU dan 2 Pemilik Gudang akan Diadili Kasus BBM Ilegal di Kuala Kampar Pelalawan

    PELALAWAN - Kasus gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ilegal di Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar yang diungkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan pada 7 April akan

  • Jumat, 26 Jun 2026 10:48

    5 Kali Lecehkan Putri Tirinya Berumur 11 Tahun, Warga Langgam Ini Diamankan Polres Pelalawan

    PELALAWAN - Seorang pria di Desa Padang Luas, Kecamatan Langgam diamankan Polres Pelalawan dalam kasus tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur pada Selasa (23/6/2026

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.