Sabtu, 04 Jul 2026

Kisah Lima Gadis Kembar Dionne yang Jadi Korban Eksploitasi

Kamis, 15 Feb 2018 10:01

KECANGGIHAN teknologi kedokteran meningkatkan angka kelahiran anak kembar, tidak hanya dua tetapi bisa tiga hingga luma. Menurut data di Amerika Serikat (AS), sekira 36% anak lahir sebagai pasangan kembar, dan 78% lahir kembar tiga, empat, bahkan lima.

Salah satu kasus paling terkenal adalah lima gadis kembar Dionne asal Ontario, Kanada. Kelima gadis kembar itu lahir pada 1934 dari pasangan Oliva-Edouard dan Elzire Dionne. Kelima anak itu masing-masing bernama Cecile Marie Emilda, Emilie Marie Jeanne, Marie Reine Alma, Yvonne Edouilda Marie, dan Annette Lillian Marie Dionne.

Kelimanya lahir premature dari perkiraan awal. Dokter Allan Roy Dafoe, yang sempat khawatir kelimanya tidak bisa lahir dengan selamat, membantu proses persalinan tersebut. Beruntung, kelimanya berhasil lahir ke dunia dengan selamat dan kabar kelahiran anak-anak kembar itu segera mencuri perhatian.

Keluarga Dionne dinyatakan tidak bisa membesarkan anak-anak mereka tersebut. Akibatnya, pemerintah Negara Bagian Ontario memberikan hak asuh kepada Dokter Allan Roy Dafoe.

Melansir dari The Vintage News, Kamis (15/2/2018), Dokter Allan Roy Dafoe menempatkan mereka di 'Rumah Sakit Anak-Anak Dafoe', yang tampak normal sebagai institusi biasa. Namun, sang dokter menambahkan sejumlah area yang dirancang khusus agar masyarakat umum dapat melihat kelima gadis itu. Rumornya, pelanggaran etik tersebut didukung oleh pemerintah Negara Bagian Ontario.

Aktivitas kelima gadis itu sangat terbatas setiap harinya dan sudah dirancang oleh Dokter Dafoe. Sadar bahwa mereka sangat digemari publik, ia membentuk sebuah tur dan memamerkan anak kembar lima itu beberapa kali dalam satu hari.

Publik pun sangat antusias terhadap lima gadis kembar Dionne. Ketertarikan itu dimanfaatkan, dieksploitasi, dan dikomersialisasi dalam bentuk boneka Dionne yang dijual bebas.

Kakak-beradik itu bahkan tidak diperkenankan menjalin hubungan dengan banyak orang, kecuali staf rumah sakit dan pengunjung. Butuh setidaknya sembilan tahun bagi mereka untuk bertemu kembali dengan kedua orangtua pada 1943, ketika pasangan suami istri itu berhasil memenangkan hak asuh kembali di pengadilan.

Sayangnya, eksploitasi tidak berakhir, karena hanya berganti pelaku menjadi kedua orangtua. Uang hasil penggalangan dana, dipakai untuk membeli sebuah rumah mewah. Oliva-Edouard dan Elzire Dionne pun mengirim anak-anak mereka dalam tur demi meraup uang lebih banyak.

Dalam sebuah wawancara, kelima gadis itu kompak mengaku Mendapat siksaan mental dan fisik dari orangtua biologisnya. Mereka menyebut eksploitasi itu mirip dengan sistem kerja paksa.

Kelima gadis itu akhirnya bisa sedikit bebas dari penderitaan ketika memasuki usia 18 tahun. Mereka pergi meninggalkan rumah serta memutus kontak dengan kedua orangtua dan dokter Dafoe. Muak dengan seluruh popularitas yang diraih semasa kecil, mereka pun ingin menjalani hidup normal yang jauh dari ingar-bingar.

Salah satu dari kelima gadis itu menjadi biarawati, yang lain menjadi seorang pustakawan, dan seorang seniman. Tiga dari lima gadis itu menikah dan hidup berkeluarga. Saat ini, hanya tersisa Annette dan Cecile yang masih hidup. Sempat tinggal bersama di Ontario, namun Cecile akhirnya hidup di panti jompo di Montreal karena kondisi kesehatannya yang buruk.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor