Selasa, 23 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Soal Pastor Jadikan Biarawati Budak Seks, Ini Janji Paus Fransiskus

Internasional

Soal Pastor Jadikan Biarawati Budak Seks, Ini Janji Paus Fransiskus

Rabu, 06 Feb 2019 11:43
Detik.com
ROMA - Untuk pertama kalinya, Paus Fransiskus mengaku secara publik bahwa sejumlah biarawati juga menjadi korban kejahatan seksual pastor dan uskup.

"Itu bukan sesuatu yang dilakukan semua orang, tetapi ada pastor dan bahkan uskup yang telah melakukan apa yang Anda katakan," kata Paus kepada para wartawan. "Dan saya pikir itu terus berlanjut karena itu bukan berarti ketika Anda menyadarinya, itu langsung berhenti. Itu berlanjut. Dan untuk beberapa waktu kami telah mengerjakan (kasus ini)," ujar Paus.

Paus Fransiskus berjanji untuk berbuat lebih banyak guna melindungi para biarawati. "Haruskah kita melakukan sesuatu yang lebih? Ya," ujar Paus kepada para wartawan saat konferensi pers dalam penerbangannya kembali ke Roma, Italia usai melakukan kunjungan bersejarahnya selama dua hari ke Uni Emirat Arab.

"Apakah ada kemauan? Ya. Tapi itu jalan yang sudah kita mulai," tutur Paus seperti dilansir NBC News, Rabu (6/2/2019).

Paus pun memuji pendahulunya, Paus Benediktus yang bertindak dengan menutup orde kesusteran di Prancis setelah sejumlah biarawatinya diketahui menjadi korban perbudakan seks oleh pastor-pastor.

Orde yang dimaksud Paus adalah Saint Jean, yang pada tahun 2013 mengakui bahwa sejumlah biarawati telah menjadi mangsa predator seks, pastor Marie-Dominique Philippe dan para pastor lainnya

Orde Saint Jean dibubarkan pada tahun 2005, tahun pertama Paus Benediktus menjadi kepala Gereja Katolik sedunia.

"Saya ingin menekankan bahwa dia adalah orang yang punya keberanian untuk melakukan banyak hal mengenai topik ini," kata Paus Fransiskus memuji Paus Benediktus yang mundur dan digantikan oleh Paus Fransikus pada tahun 2013.

Paus mengatakan, sejumlah pastor telah diskorsing karena melecehkan para biarawati. Tapi dia mengatakan, pelecehan terhadap perempuan tidak terbatas di gereja Katolik saja karena di banyak belahan dunia, perempuan masih dianggap "warga kelas dua."

"Ini masalah kultural," cetus Paus. "Saya berani mengatakan bahwa manusia belum matang," imbuhnya.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 09:42

    Seorang Kader Masuk Rumah Sakit Usai Demo di DPRD Riau, IMM Kecam Tindakan Represif Aparat

    PEKANBARU-Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Riau mengecam keras tindakan represif dan kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat pengamanan aksi demons

  • Selasa, 23 Jun 2026 09:31

    Pengamat Unri Nilai Pemprov Riau Perlu Lebih Kreatif Menggali Sumber PAD

    PEKANBARU â€" Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, menilai Pemerintah Provinsi Riau masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi as

  • Selasa, 23 Jun 2026 09:28

    Gandeng Tempo Media, Pemprov Riau Siap Pamerkan Potensi Daerah ke Tingkat Nasional

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya agar berbagai potensi daerah bisa dikenal lebih luas di panggung nasional. Langkah strategis ini diwujudkan lewat penguatan kolaborasi penyebaran in

  • Selasa, 23 Jun 2026 09:20

    Skincare yang Harus Dihindari Perempuan di Usia 40 Tahunan

    JAKARTA - Memasuki usia 40 tahun, kondisi kulit biasanya mulai mengalami berbagai perubahan. Produksi kolagen berkurang, kelembapan alami kulit menurun, serta garis halus dan kerutan semakin terlihat.

  • Selasa, 23 Jun 2026 09:18

    Pemerintah Lanjutkan Bansos Pangan untuk 33,24 Juta Penerima Mulai Juli

    Pemerintah memutuskan melanjutkan program bantuan pangan bagi jutaan masyarakat pada semester kedua 2026. Program tersebut akan menyasar 33,24 juta penerima manfaat dengan total anggaran yang disiapka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.