Berhenti Merokok Bakal Menambah Berat Badan
Senin, 24 Agu 2015 16:54
PERTAMBAHAN berat badan dapat terus terjadi pada mereka yang masih merokok atau perlahan berhenti merokok. Tetapi perokok berat yang berhenti merokok akan memperoleh lebih banyak pertambahan berat badan, penelitian baru menunjukkan.
Seberapa banyaknya pertambahan juga bisa diprediksi dari berapa bobot awal perokok sebelum berhenti merokok, kata peneliti. Perokok yang kurus dan mereka yang tidak obesitas memperoleh berat badan tambahan setelah berhenti.
"Nikotin adalah stimulan metabolik (mempercepat metabolisme) dan penekan nafsu makan," kata pemimpin penulis studi Susan Veldheer dari Penn State College of Medicine di Hershey, Pennsylvania, seperti dilansir dari Healthcareasia, Senin (24/8/2015).
Jadi, ketika orang-orang berhenti, mereka cenderung makan lebih banyak karena nafsu makan akan meningkat dan mereka kehilangan dorongan metabolik yang didapatkan dari aktivitas merokok. Kedua hal tersebut kemudian menyebabkan kenaikan berat badan, tambahnya.
Peneliti menganalisis data dari National Health and Nutrition Examination Survey tahunan antara 2003 dan 2012, dengan fokus pada lebih dari 12.000 orang berusia 36 tahun ke atas yang menjawab pertanyaan tentang tinggi badan mereka, berat saat ini, berat badan 10 tahun sebelumnya, dan status merokok.
Di antara mantan perokok, 44 persen pernah merokok satu sampai 14 batang per hari sebelum mereka berhenti. Sementara 23 persen telah merokok 25 batang atau lebih per hari. Perokok yang masih merokok memiliki frekuensi yang sama.
Orang-orang yang disurvei mengalami pertambahan berat badan rata-rata hampir 4,5 kg selama 10 tahun. Mereka yang masih merokok bertambah berat rata-rata hampir 3,5 kg, dibandingkan dengan mereka yang mengalami pertambahan berat badan rata-rata 8,4 kg setelah berhenti merokok.
Bagi mereka yang biasa merokok tidak lebih dari 14 batang per hari sebelum berhenti, hanya bertambah berat sampai 2 kg. Sementara mereka yang merokok lebih dari 25 batang per hari mengalami pertambahan berat rata-rata 10,3 kg setelah berhenti.
"Berhenti merokok harus terus menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kesehatan Anda. Rekomendasi bagi orang yang mencoba untuk berhenti adalah berhenti merokok terlebih dulu baru kemudian mengatasi kenaikan berat badan setelahnya," pesan Lycett.
Jokowi Siap Keliling Indonesia Usai Kesehatan Pulih: Motivasi dan Ketemu PSI di Daerah
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal rencana keliling Indonesia seusai lesehatannya pulih. Prabowo juga membenarkan rencana pernah diungkap Relawan Projo itu.Saat ditemui awak media di
Razia di Karaoke Valentine Deli Serdang Berujung Penemuan Pil Ekstasi
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang menemukan narkotika jenis ekstasi di tempat hiburan Karaoke Valentine, Kecamatan Beringin."Diduga peredaran obat terlarang di Karaoke Valen
Ledakan dari Pabrik Kimia di Cilegon, Tercium Bau Menyengat
Jakarta-Ledakan terdengar dari pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) atau yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI). Ledakan terjadi pada Senin (25/5/2026) s
Pemprov Tetapkan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional PT Riau Petroleum
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum.Penetapan dua direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau itu m
Taklukkan Rute Pekanbaru-Payakumbuh, Jurnalis dan Vlogger Rekam Sensasi Berkendara Bersama Honda AT High
Riauterkini-PAYAKUMBUH-Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) sukses menggelar kegiatan touring bertajuk Media & Vlogger Premium Explore : Capturing the Comfor