Minggu, 19 Apr 2026

Kondisi Otak Saat Jatuh Cinta

Selasa, 26 Nov 2019 10:28
liputan6.com

 Jakarta Sadar atau tidak, ada banyak hal yang terjadi di otak ketika Anda sedang jatuh cinta. Misalnya, jantung yang berdetak kencang dan telapak tangan yang berkeringat. Serta, pelepasan dopamin yang bisa memberikan perasaan bahagia.

"Ketika berbicara tentang menemukan orang yang tepat, sains telah menetapkan bahwa ada beberapa sistem di otak kita yang bertanggung jawab untuk itu," ucap psikiater, Zorica Filipovic-Jewel seperti dikutip Bustle, Minggu (24/11/2019).

Sebagian besar sistem yang muncul ketika Anda jatuh cinta terdiri dari norepinefrin, dopamin, oksitosin, dan serotonin.

Bila sudah menjalani hubungan, aneka aktivitas seperti memeluk dan mencium dapat menyebabkan peningkatan hormon oksitosin yang mengarah pada perasaan kedekatan, kepercayaan, dan ikatan yang kuat.

Penurunan awal serotonin yang terjadi pada awal hubungan dapat menyebabkan pikiran menjadi obsesif, kecemasan, dan gejolak di dalam perut. Kondisi ini akhirnya akan menjadi normal dan membuat Anda merasa baik.

"Jatuh cinta tidak semudah membalik saklar di otak. Ini adalah proses melupakan kebiasaan dan koneksi, yang mengubah hormon, perilaku, dan neurotransmiter," ucap profesor psikologi, Dr. Catherine Franssen.

"Otak ketika jatuh cinta menemukan pusat imbalan utama, yang terkait dengan korteks untuk menghasilkan perasaan positif, dan memiliki koneksi yang berkurang ke amigdala atau pusat rasa takut," ucap Franssen.

Koneksi-koneksi tersebut nantinya berbalik ketika seseorang merasakan sakit hati karena cinta. Ketika seorang individu menemukan hubungan itu tak lagi terasa baik, penilaian sosialnya juga akan berubah.

Memperhatikan semua kelemahan pasangan bisa membuat Anda melihat kebiasaannya menjadi lebih menjengkelkan. Penelitian dalam Journal of Experimental Psychology menemukan, orang yang melihat pasangan atau mantan mereka dengan cara negatif, cenderung bisa jatuh cinta lebih cepat.

"Penting juga untuk mencatat bahwa cinta bisa berubah seiring waktu. Hormon yang dapat meningkatkan perasaan senang dan gairah di tahap awal bisa berubah menjadi normal dan digantikan oleh perasaan tenang dan nyaman," ucap Franssen.

sumber :liputan6.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • Senin, 16 Mar 2026 14:53

    Pemudik Diimbau Istirahat 30 Menit agar Tetap Fit Selama Perjalanan

    JAKARTA - Para pemudik yang melintas di jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diimbau untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan mudik Lebaran. Pengelol

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:23

    Apa Saja Dampak Makan Telur Setiap Hari Saat Sahur dan Buka Puasa?

    JAKARTA - Telur dikenal sebagai salah satu makanan yang kaya nutrisi dan menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh. Bahan makanan ini juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan, seperti telur dadar

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:48

    3 Tips Redakan Nyeri atau Kram saat Menstruasi

    JAKARTA - Nyeri atau kram saat menstruasi terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan. Apalagi jika ditambah dengan sesuatu yang membuat mood menjadi kurang bagus atau membuat marah.Hal itu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.