Kuansing Perpanjang PPKM Level 3, Penularan Covid-19 Masih Tinggi
Admin
Kamis, 05 Agu 2021 13:46
TELUK KUANTAN - Pemkab Kuansing memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dari 3 - 9 Agustus karena penularan Covid-19 makin tinggi.
Sebelumnya, pada 26 Juli sampai 2 Agustus, PPKM level III sudah diterapkan di Kuansing.
Perpanjangan PPKM level III tertuang dalam di Kuansing ini terlihat dalam Surat Edaran Bupati Kuansing, Andi Putra bernomor : 100/Setda-TPK/919.
Hal yang dalam PPKM level III ini yakni kegiatan sektor non esensial 100 persen work from home (WFH). Sedangkan sektor esensial 75 persen WFH.
Belajar mengajar di sekolah digelar secara daring.
Pelaksanaan kegiatan sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makan, minum dan lainnya tetap beroperasi 100 persen. Namun harus menerapkan protokol kesehatan.
Pasar tradisional, pedagang kali lima, kelontong dan lainnya tetap bisa buka namun harus menerapkan protokol kesehatan.
Warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya tetap buka dengan Prokes ketat.
Rumah makan dan cafe skala kecil yang berdiri sendiri tetap beroperasi namun kapasitas maksimal 25 persen dan menerima makan delivery.
Rumah makan dan cafe skala sedang dan besar hanya menerima delivery namun tidak bisa makan minum ditempat.
Pelaksanaan kegiatan di pusat perbelanjaan paling lama pukul 17.00 wib. Kapasitas pengunjung juga maksimal 25 persen.
Rumah ibadah tetap bisa beroperasi namun kapasistas maksimal 25 persen dan diarahkan ibadah di rumah.
Pelaksanaan kegiatan area publik untuk sementara ditiadakan.
Pelaksanaan kegiatan seni yang menimbulkan keramaian untuk sementara ditutup.
Kegiatan resepsi pernikahan tetap berjalan namun maksimal 25 persen dari kapasistas.
Transportasi umum tetap beroperasi dengan kapasistasn maksimal 70 persen.
Kasus covid-19 di Kuansing memang masih tinggi. Pada Rabu (4/8/2021), Kuansing mencatatkan penambahan 95 kasus baru. Di saat bersamaan, pasien sembuh sebanyak 5 orang.
Dengan penambahan tersebut, total kasus covid-19 di Kuansing sebanyak 4.669 kasus.
Dari jumlah tersebut, 3.959 pasien dinyatakan sembuh dan 122 pasien meninggal dunia.
Kasus aktif sendiri sebanyak 588 kasus. Terdiri dari 556 pasien isolasi mandiri dan 32 pasien dirawat di rumah sakit.