Rabu, 29 Jul 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Pemberian Antibiotik Berlebihan Jadi Ancaman Serius

Pemberian Antibiotik Berlebihan Jadi Ancaman Serius

Rabu, 02 Sep 2015 10:33
Huffingtonpost
Bahaya pemberian antibiotik berlebih
PENGELOLAAN antibiotik di Indonesia harus dilakukan sama ketatnya dengan pengelolaan narkotika dan psikotropika. Sehingga penggunaan antibiotik dapat dilakukan dengan bijak dan rasional.

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan berlebihan ternyata selain berdampak pada tingginya biaya kesehatan, juga dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Pemberian antibiotik yang tidak terkendali dengan baik, telah menyebabkan lahirnya bakteri "Super Bug" yang sangat sulit untuk diatasi. "Bakteri super" yang bersifat multi-resisten terhadap berbagai jenis antibiotik ini, telah menjadi ancaman serius dalam bidang kesehatan di seluruh dunia.

"Hanya dalam waktu sekitar 75 tahun sejak digunakannya antibiotik secara masal, kini dunia dihadapkan pada masa depan yang amat mengkhawatirkan, dimana kemungkinan tidak ada lagi antibiotik yang efektif untuk mengatasi beberapa tipe bakteri patogen yang multi-resisten," kata Guru Besar bidang Ilmu Farmasi UI Prof. Dr. Maksum Radji M.Biomed.,Apt

Ancaman pandemi bakteri yang resisten terhadap antibiotik kini telah nyata dan berskala besar. Maksum mengatakan kecepatan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik jauh lebih cepat, dibandingkan dengan upaya penemuan dan pengembangan antibiotik baru. Penemuan dan pengembangan antibiotik baru, memerlukan biaya yang sangat mahal sehingga dapat dibilang dalam 2-3 tahun terakhir ini tidak ada antibiotik baru yang diciptakan.

"Sejak tahun 2000-an, angka kematian penderita penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri multi-resisten terus meningkat dengan tajam, baik infeksi yang terjadi di rumah sakit maupun di komunitas," jelasnya.

Dewasa ini, beberapa laporan menyebutkan bahwa pada tahun 2050 diperkirakan 10 juta orang per tahun meninggal karena infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik di seluruh dunia. Seperempat diantaranya terjadi di negara-negara berkembang. Prevalensi kematian tertinggi akibat infeksi bakteri multi-resisten terjadi di Asia sebanyak 4,7 juta, diikuti Afrika dengan 4,1 juta, sekitar 390 ribu di Eropa dan 317 ribu di Amerika.

"Penyumbang masalah resisistensi antibiotika adalah peresepan antibiotik tidak rasional, penjualan antibiotik tanpa resep dokter, pasien yang tidak menaati regimen penggunaan antibiotik, dan penggunaan obat pada ternak ayam dan ikan yang nantinya dikonsumsi oleh manusia," ungkap Maksum.

Maksum juga memaparkan peran sentral profesi farmasi sangat penting dalam mengendalikan penggunaan antibiotika yang bijak dan rasional. Upaya pengendalian penggunaan antibiotika yang dapat dilakukan apoteker adalah, dengan menghentikan penjualan antibiotik tanpa resep, memberi informasi yang tepat dan jelas pada pasien pada penyerahan antibiotik, pendidikan pada masyarakat tentang antibiotik yang bijak serta dampaknya pada kesehatan secara umum.

"Koordinasi dan kolaborasi antar profesi kesehatan pada unit pelayanan kesehatan dan rumah sakit sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas hidup pasien," tutupnya.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Jul 2026 16:50

    Lahan Pertanian Hancur Diterjang Rob, DPRD Riau Minta Pemprov Bangun Tanggul di Meranti

    PEKANBARU - Bencana banjir pasang air laut atau rob yang terus melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti berdampak fatal bagi kelangsungan hidup warganya. Genangan air asin yang datang secara berkal

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:47

    Satpol PP Pekanbaru Siap Tertibkan Lagi PKL Stadion Utama Riau

    PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru kembali melayangkan peringatan kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti. Petugas menegaskan aka

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:45

    'Bukan Cari Kaya, Cuma Ingin Bertahan Hidup', Keluh PKL Stadion Utama Riau

    PEKANBARU - Enam hari pascapenertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, bangunan permanen di lokasi terseb

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:44

    Kuasa Hukum Pastikan Suhardiman Amby Tak Ajukan Praperadilan Terhadap KPK

    TELUKKUANTAN â€" Kuasa hukum Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, nonaktif Suhardiman Amby menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan gugatan praperadilan terkait penanganan perkara hukum yang te

  • Selasa, 28 Jul 2026 16:41

    Telan Kerugian Rp24 Miliar, PLTU Koto Ringin Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Surya

    PEKANBARU - Rencana kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Koto Ringin berkapasitas 3x2 megawatt (MW) di Kabupaten Siak dinilai berisiko menambah beban investasi. Proyek yang mang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki