Penelitian: Kurang Tidur Bisa Sebabkan Influenza
Selasa, 08 Sep 2015 15:57
Penelitian ini menemukan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari enam jam tiap malamnya empat kali lebih mungkin terkena influenza daripada mereka yang jam tidurnya lebih panjang.
Menurut pemimpin penelitian Aric Prather, seorang peneliti tentang tidur di Universitas San Francisco, penelitian tersebut adalah yang pertama "menggunakan ukuran jumlah waktu tidur untuk mengkaitkan kebiasaan tidur alami orang-orang dan resiko terkena penyakit."
"Tidur yang singkat lebih penting daripada faktor lain dalam memperkirakan kemungkinan subyek terkena influenza," kata Prather dalam sebuah pernyataan. "Tidak penting berapa umur seseorang, seberapa tinggi tingkat stress, ras, pendidikan dan penghasilan mereka. Tidak penting apakah mereka seorang perokok atau tidak. Kalau semua itu dipertimbangkan, secara statistik jumlah waktu tidur tetap menjadi faktor penentu."
Untuk penelitian ini, para periset merekrut 164 sukarelawan antara tahun 2007 dan 2011. Para sukarelawan menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap dan ditanya tentang tingkat stress mereka, tabiat umum mereka dan konsumsi alkohol dan tembakau untuk menetapkan dasar kesehatan umum.
Pola tidur para sukarelawan dan kualitas tidur diukur selama seminggu sebelum diberikan virus influenza.
Subyek penelitian yang tidur kurang dari enam jam setiap malam pada minggu itu 4,2 kali lebih rentan terkena influenza.
"Bukan hanya merasa pusing atau mudah kesal," kata Prather. "Kurang tidur secara fundamental mempengaruhi kesehatan fisik seseorang."
Para peneliti yang tidak terlibat penelitian tersebut tidak terkejut dengan penemuan itu.
Mary Carskadon, seorang professor psikiatri dan perilaku manusia di jurusan kedokteran Alpert Medical School, Brown University di Providence, Rhode Island, mengatakan tidak terlalu terkejut dengan penemuan itu.
"Ini adalah penelitian yang mengkonfirmasi penelitian lain yang telah menggiring pemikiran kita ke arah ini," kata Mary Carskadon kepada Philly.com. "Tidur yang singkat dikaitkan dengan resiko kanker lebih besar dan kondisi kronis lainnya, dan tidur singkat terus-menerus dikaitkan dengan kemungkinan terkena penyakit yang lebih besar."
Kurang tidur disebut sebagai "epidemi kesehatan publik" di AS oleh Pusat Pengendalian Penyakit, dan menurut survei yang dilakukan tahun 2013 oleh National Sleep Foundation (Yayasan Tidur Nasional), 20 persen warga Amerika rata-rata tidur kurang dari enam jam di hari kerja.
National Sleep Foundation merekomendasikan setidaknya tidur selama tujuh jam setiap malam untuk orang dewasa.
Penelitian ini, yang diberi judul "Behaviorally assessed sleep and susceptibility to the common cold," diterbitkan di jurnal Sleep edisi bulan September.
Lahan Pertanian Hancur Diterjang Rob, DPRD Riau Minta Pemprov Bangun Tanggul di Meranti
PEKANBARU - Bencana banjir pasang air laut atau rob yang terus melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti berdampak fatal bagi kelangsungan hidup warganya. Genangan air asin yang datang secara berkal
Satpol PP Pekanbaru Siap Tertibkan Lagi PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru kembali melayangkan peringatan kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti. Petugas menegaskan aka
'Bukan Cari Kaya, Cuma Ingin Bertahan Hidup', Keluh PKL Stadion Utama Riau
PEKANBARU - Enam hari pascapenertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, bangunan permanen di lokasi terseb
Kuasa Hukum Pastikan Suhardiman Amby Tak Ajukan Praperadilan Terhadap KPK
TELUKKUANTAN â€" Kuasa hukum Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, nonaktif Suhardiman Amby menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan gugatan praperadilan terkait penanganan perkara hukum yang te
Telan Kerugian Rp24 Miliar, PLTU Koto Ringin Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Surya
PEKANBARU - Rencana kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Koto Ringin berkapasitas 3x2 megawatt (MW) di Kabupaten Siak dinilai berisiko menambah beban investasi. Proyek yang mang