Walau Panjang Umur, Manusia Modern Hidup dalam Kesakitan
Sabtu, 29 Agu 2015 14:24
ZAMAN modern ini, orang-orang di seluruh dunia hidup lebih lama, namun banyak yang juga hidup dalam kesakitan lebih lama, menurut sebuah studi mengenai semua penyakit dan cedera besar di 188 negara.
Kondisi kesehatan umum telah membaik di seluruh dunia, berkat kemajuan signifikan melawan penyakit-penyakit menular seperti HIV/AIDS dan malaria dalam 10 tahun terakhir dan perbaikan dalam melawan penyakit-penyakit ibu dan anak.
Namun angka harapan hidup sehat tidak terlalu meningkat, jadi orang-orang hidup lebih panjang dengan penyakit dan disabilitas, menurut analisis tersebut, yang diterbitkan jurnal The Lancet.
"Dunia telah membuat kemajuan besar dalam kesehatan, namun sekarang tantangannya adalah untuk berinvestasi dalam menemukan cara-cara yang lebih efektif untuk mencegah atau mengobati sebab-sebab utama penyakit dan disabilitas," ujar Theo Vos, profesor di Institut Metriks dan Evaluasi Kesehatan di University of Washington yang memimpin analisis tersebut.
Penemuan-penemuan utama studi tersebut adalah bahwa angka harapan hidup global saat kelahiran untuk kedua jenis kelamin naik 6,2 tahun dari 65,3 tahun 1990 menjadi 71,5 tahun 2013. Angka harapan hidup sehat pada saat kelahiran naik 5,4 tahun -- dari 56,9 tahun 1990 menjadi 62,3 tahun 2013.
Angka harapan hidup sehat mempertimbangkan angka kematian dan dampak kondisi non-fatal dan penyakit kronis seperti sakit jantung dan paru-paru, diabetes dan cedera serius. Faktor-faktor itu mengurangi kualitas kehidupan dan memberlakukan biaya besar dan beban sumber daya.
Bagi sebagian besar dari 188 negara yang diteliti, perubahan-perubahan dalam harapan hidup sehat antara tahun 1990 dan 2013 "signifikan dan positif," menurut para peneliti. Namun di banyak negara, di antaranya Belize, Botswana dan Suriah, harapan hidup sehat tahun 2013 tidak jauh berbeda dengan tahun 1990.
Dan di beberapa tempat, termasuk Afrika Selatan, Paraguay dan Belarus, angka harapan hidup sehat terus merosot. Di Lesotho dan Swaziland, orang-orang yang lahir tahun 2013 dapat berharap untuk hidup kira-kira lebih pendek 10 tahun dalam keadaan sehat, dibandingkan orang-orang yang lahir 20 tahun lebih awal.
Studi itu juga menemukan perbedaan-perbedaan mencolok antara negara-negara dengan angka-angka harapan hidup tertinggi dan terendah, dan dalam tingkat dan arah perubahan.
Rakyat Nikaragua dan Kamboja menghadapi peningkatan-peningkatan dramatis sejak tahun 1990, dengan masing-masing 14,7 dan 13,9 tahun. Namun orang-orang di Botswana dan Belize mengalami penurunan masing-masing dua dan 1,3 tahun.
Tahun 2013, Lesotho memiliki angka harapan hidup sehat terendah pada 42 tahun, sementara Jepang tertinggi dengan 73,4 tahun.
Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter
Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki
Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan
Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y
Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .
PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor
26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam
Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder
Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal
BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk