Angka Penderita Stunting Paling Rendah se Provinsi Riau
Walikota Dumai : Penurunan Angka Stunting di Kota Dumai Butuh Dukungan dan Kerjasama Seluruh Pihak
admin
Rabu, 12 Feb 2020 17:55
Di Provinsi Riau sendiri, pada tahun 2019 tercatat sebanyak 601.000 orang anak menderita Stunting. Sementara di Kota Dumai, pada tahun 2019 ada sekitar 290 orang anak menderita Stunting.
Hal ini membuat Walikota Dumai Drs Zulkifli As merasa prihatin. Kendati angka ini paling rendah se Provinsi Riau. Ia lantas menghimbau kepada instansi terkait dan pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya masing-masing untuk bergandeng tangan menyelesaikan kasus per kasus ini.
"Karena kasus ini kalau dibiarkan akan menjadi masalah besar bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan penduduk kota Dumai kedepan. Bahkan kalau dibiarkan, ini akan menjadi sorotan semua kalangan bahkan bisa jadi sorotan dunia," ujar pria yang kerap disapa Zul As saat membuka kegiatan Intervensi Terpadu Dalam Upaya Penurunan Stunting di Kota Dumai, pada Rabu (12/2/2010) di Balroom Hotel The Zuri Dumai.
Zul As menargetkan pada tahun 2020, Kota Dumai sudah bisa mengatasi kasus stunting dan menurunkan angka anak penderita Stunting.
Hal inilah yang membuat Walikota menggesa instansi terkait untuk melakukan intervensi langsung ke sasaran rumah tangga. Sebagai langkah kongkrit, ia meminta instansi terkait lebih kembali menggelorakan lagi Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi pada Seribu Hari Pertama Kehidupan Kota Dumai.
Segera data dan monitor kepada ibu yang baru melahirkan. Seperti mengecek asupan makanan si bayi, melihat status gizi si ibu apakah sudah cukup atau belum, melihat adakah si bayi terkena penyakit menular atau tidak dan melihat tingkat kesehatan lingkungan disekitar tempat si bayi baru dilahirkan. Seperti ketersediaan air bersih, sanitasi, dan lain-lain.
"Hal ini tentunya menurut hemat saya, sangat penting dalam upaya menciptakan sumber daya manusia Kota Dumai yang sehat, cerdas, dan produktif. Jangan sampai SDM Kota Dumai kalah dengan SDM di daerah-daerah lainnya," imbuhnya.
Bagi Pemerintah, perbaikan gizi masyarakat memerlukan keterlibatan dan dukungan pemangku dari kepentingan lainnya, seperti mitra pembangunan, LSM, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan.
"Dengan ini kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Dumai, mengajak seluruh pihak, mari kita bergandeng tangan memperbaiki keadaan gizi anak-anak kita di Kota Dumai. Jangan sampai kita meninggalkan generasi generasi penerus kita yang lemah dan tidak produktif," pungkasnya. (Vie) kesehatan
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal
Pemudik Diimbau Istirahat 30 Menit agar Tetap Fit Selama Perjalanan
JAKARTA - Para pemudik yang melintas di jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diimbau untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan mudik Lebaran. Pengelol
Apa Saja Dampak Makan Telur Setiap Hari Saat Sahur dan Buka Puasa?
JAKARTA - Telur dikenal sebagai salah satu makanan yang kaya nutrisi dan menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh. Bahan makanan ini juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan, seperti telur dadar
3 Tips Redakan Nyeri atau Kram saat Menstruasi
JAKARTA - Nyeri atau kram saat menstruasi terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan. Apalagi jika ditambah dengan sesuatu yang membuat mood menjadi kurang bagus atau membuat marah.Hal itu