Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Wanita Ini Diminta Merokok agar Bayinya Lebih Kecil

Wanita Ini Diminta Merokok agar Bayinya Lebih Kecil

Selasa, 01 Sep 2015 11:40
Dailymail
Ibu ini diminta merokok agar bayinya lebih kecil
SEORANG dokter mengatakan kepada seorang wanita bahwa dia harus merokok 50 batang sehari untuk membuat janin lebih kecil. Hal ini disarankan setelah sang wanita kehilangan bayinya yang tumbuh terlalu besar, dan mengalami kegagalan saat dilahirkan.

Jenson Barnett, sang bayi, mengalami keretakan tengkorak saat konsultan dokter kandungan Dr Sharon Oates membantu kelahiran bayi berbobot 4,5 kg. Bayi tersebut terbukti mengalami kesulitan selama melahirkan dan menderita kerusakan otak, sebelum akhirnya meninggal dua hari kemudian.

Sementara Jenson berjuang untuk hidupnya di unit neo-natal, Dr Oates mengatakan kepada ibunya Kate Langford bahwa ia harus merokok 50 batang sehari agar bayinya di kehamilan berikutnya berukuran lebih kecil. Meskipun Dr Oates telah menjadi konsultan selama 30 tahun, itu adalah kesalahan yang telah dituntut secara hukum.

Kate Langford telah seminggu terlambat datang ke rumah sakit di Rumah Sakit Royal Shrewsbury. Keesokan harinya, Dr Oates menunjukkan adanya masalah dengan detak jantung Jenson dari hasil tesnya. Namun Dr Oates, yang memimpin perawatan tujuh pasien saat itu, berpikir Langford membuat kemajuan yang baik.

Tidak sampai lebih dari empat jam kemudian, ketika detak jantung bayi melambat lebih lanjut, upaya dilakukan untuk melahirkan Jenson secara alami. Namun, Dr Oates dan tim perawat gagal menggunakan forceps sebelum menyetujui untuk melakukan operasi Caesar.

Nona Langford mengatakan para dokter berlebihan saat menggunakan forceps. "Saya sampai harus berpegangan pada pegangan logam di tempat tidur. Tempat tidur pun berguncang hebat karena kesulitan menarik Jenson keluar," kisahnya.

Jenson pun lahir dengan tali pusar di lehernya. Pemeriksaan post-mortem menemukan ia meninggal karena pendarahan internal yang berlebihan, yang dipicu oleh kerusakan otak yang disebabkan oleh kelahiran dengan forceps atau alat bantu untuk menarik kepala bayi.

Pihak pengadilan yang kemudian memproses Dr Oates, menemukan pembelaan atas tindakannya agak aneh dan lucu, tapi ia tidak dianggap melawan. Demikian seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (1/9/2015).

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.