Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Mau Masa Depan Anak Sukses? Orangtua Perlu Ajarkan Hal Ini

Mau Masa Depan Anak Sukses? Orangtua Perlu Ajarkan Hal Ini

Sabtu, 07 Sep 2019 09:44

Perubahan era yang terjadi karena kemajuan teknologi dan informasi membuat orangtua mau tidak mau harus mengubah pola asuh terhadap anak-anaknya. Sekarang ini, pola asuh harus mematuhi arahan orangtua guna anak sukses di masa depan sulit diterapkan.

Sebaliknya, orangtua diharapkan bisa mendorong buah hati memiliki nalar tinggi supaya bisa berinovasi. Tujuannya agar anak sukses di masa depan.

Menurut Laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) 2018, sebanyak 65% anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar, di masa depan mungkin bekerja di bidang yang hari ini belum ada. Hanya sekira 35% pekerjaan di era sekarang yang bisa ditemukan di masa depan. Oleh karenanya, anak dituntut untuk jadi pencipta kerja,

Anak Bermain Musik

Pengamat dan Praktisi Pendidikan dan Sains, Indra Charismiadji mengatakan, satu hal yang sekarang perlu diperhatikan orangtua agar anak sukses adalah menjadikan mereka sosok kreatif, mampu berpikir kritis, bisa berkolaborasi dengan orang banyak, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Maka dari itu, orangtua perlu mendapatkan banyak edukasi tentang hal tersebut.

Sebab pola asuh yang dahulu orangtua terima sulit diterapkan pada anak-anak di era sekarang.

"Di era manufaktur orang memang harus patuh sesuai aturan, saklek. Sedangkan sekarang ini harus ada dorongan kreativitas. Anak tidak lagi harus mematuhi perkataan orangtua, sebab anak yang patuh tidak memiliki kreativitas," ujar Indra saat ditemui Okezone dalam dalam diskusi bertajuk "Sains Digital Dari dan Untuk Anak Indonesia" yang diselenggarakan oleh Kalbe, Jumat 6 September 2019 di Jakarta.

anak rajin

Menjadi anak yang tidak patuh bukan berarti anak harus melawan perintah orangtua atau membangkang. Tidak patuh di sini maksudnya adalah anak diharuskan berpikir kritis. Ketika orangtua melarang sesuatu, mereka tidak serta merta menurut melainkan berpikir alasan kenapa tidak diperbolehkan melakukan hal tersebut.

"Contoh, ketika anak mau main api, jangan bilang enggak boleh. Terangkan kepadanya kalau main api bisa menyebabkan panas apabila terkena tangan, biar mereka merasakan sendiri. Jadi anak terbiasa tidak dibatasi tapi belajar sebab akibat sehingga bisa mendorong kreativitas," jelas Indra.

Selain dari pola asuh orangtua, pola pengajaran di institusi pendidikan juga perlu diubah. Sekarang ini muncul pola STEAM yaitu science, technology, engineering, art, and mathematic. Pola pengajaran ini mendorong anak untuk memiliki nalar yang baik. Sebab pola ini menciptakan adalah kemampuan manusia yang paling tinggi.

anak main

Melalui pola ini, anak juga mampu memiliki empat kemampuan yang diperlukan di masa depan yaitu berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan kreatif. Kreativitas adalah bagian penting dalam inovasi. Dari inovasi itulah anak bisa bersaing di masa depan.

sumber:okezone.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.