Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Menurut Penelitian, Begini Cara Mudah Agar Anak Mau untuk Mengonsumsi Sayur

lifestyle

Menurut Penelitian, Begini Cara Mudah Agar Anak Mau untuk Mengonsumsi Sayur

merdeka.com
Jumat, 13 Sep 2019 15:04
merdeka.com

Pada anak-anak salah satu yang biasa mereka lakukan adalah memilih jenis-jenis makanan tertentu yang mereka sukai. Hal ini membuat mereka tidak mengonsumsi sejumlah makanan yang tidak mereka sukai padahal memiliki efek menyehatkan bagi tubuh.

Salah satu jenis makanan yang banyak tidak disukai oleh anak-anak adalah sayuran. Padahal, konsumsi sayur pada anak-anak bisa membantu menjaga kesehatan mereka termasuk memperlancar pencernaan.

Walau pilihan makanan telah banyak dipelajari, namun ketidaksukaan anak terhadap makanan tertentu merupakan hal yang masih penting untuk didalami lebih lanjut. Ketidaksukaan anak-anak terhadap makanan tertentu seperti sayuran telah membuat orang tua berhenti memberi dan menawari anak mereka dengan jenis makanan tersebut.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Journal of Nutrition Education and Behavior menunjukkan bahwa terdapat cara mudah untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi sayuran. Cara yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah dengan menawari anak dengan beragam jenis sayuran. Diketahui bahwa cara ini dapat meningkatkan penerimaan anak terhadap sayur dan juga membuat mereka mau mengonsumsinya.

Strategi Efektif bagi Orang Tua

"Di Australia, pedoman pola makan untuk konsumsi sayuran pada anak-anak telah meningkat walaupun konsumsinya secara aktual cukup rendah," terang Astrid A.M. Poelman, PhD peneliti CSIRO Agriculture & Food, Sensory, Flavour and Consumer Science, North Ryde, Australia.

"Hasil penelitian ini menunjukkan strategi efektif bagi orangtua yang ingin mengatasi kekurangan (sayuran) ini," sambungnya.

32 Keluarga dengan Anak yang Terlibat dalam penelitian

Dalam penelitian ini terdapat 32 keluarga dengan anak usia antara empat hingga enam tahun yang terlibat. Anak tersebut diketahui sejak awal memiliki jumlah konsumsi sayur yang rendah.

Partisipan dibagi menjadi tiga kelompok yang berbeda. Pertama, anak yang hanya diberi satu jenis sayuran. Kedua, anak yang mendapat beragam pilihan sayur. Serta ketiga, anak yang kebiasaan makannya tidak berubah.

Data Dikumpulkan Melalui Sejumlah Cara

Data penelitian ini dikumpulkan dengan berbagai cara. Dua jenis makan malam disajikan di fasilitas penelitian dan membebaskan anak untuk mengonsumsi brokoli, kembang kol, dan kacang polong sebanyak mungkin.

Selain itu diteliti juga perubahan konsumsi sayuran ketika di rumah atau sekolah melalui catatan harian mengenai makanan. Laporan orang tua mengenai kebiasaan konsumsi sayur juga menjadi data tambahan untuk penelitian.

Usai dilakukan sejumlah percobaan ini, diketahui bahwa konsumsi anak terhadap sayuran meningkat ketika mereka memiliki banyak pilihan sayur untuk dikonsumsi. Peningkatan ini terjadi lima minggu usai penelitian dimulai dan bertahan hingga tiga bulan.

Jadi Cara untuk Tingkatkan Konsumsi Sayur Anak

Dari percobaan tersebut, orang tua mengaku cukup mudah untuk membuat anak mereka makan sayur. Mereka mengikuti sejumlah instruksi dan memberi beragam jenis sayuran pada buah hati.

"Walau jumlah sayuran yang dikonsumsi meningkat selama penelitian, jumlahnya masih belum memenuhi jumlah yang disarankan. Walau begitu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memberi anak beragam sayuran lebih berhasil untuk meningkatkan konsumsinya dibanding dengan hanya satu jenis sayur," terang Dr. Poelman. 

sumber: merdeka.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.