Minggu, 14 Jun 2026

lifestyle

Tambah Umur, Tambah Berat Badan

kompas.com
Rabu, 11 Sep 2019 14:23
kompas.com
Hal ini terjadi pada hampir semua orang yang sudah memasuki usia pertengahan: berat badan terus bertambah meski sudah berusaha menjaga pola makan dan rutin olahraga. Kegemukan di usia mulai kepala tiga memang sering tak terelakkan. Hanya sedikit saja orang yang bisa menjaga berat badannya tak jauh berbeda dengan ketika usia dewasa muda. Kini penelitian mengungkap mengapa sulit bagi orang yang sudah berumur untuk menjaga bentuk tubuhnya tetap langsing. Penelitian dilakukan tim dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia. Mereka menganalisa sel lemak yang diambil dari 54 pria dan wanita selama sekitar 13 tahun. Responden dalam penelitian ini yang mengonsumsi kalori dengan jumlah sama atau lebih ketika mereka bertambah tua, rata-rata mengalami kenaikan berat badan 20 persen. Salah satu penjelasannya adalah karena menurunnya kecepatan sel lemak (lipid) untuk dibuang dan disimpan dari sel. Proses tersebut disebut juga dengan "perputaran lipid". Peneliti juga mengamati perputaran lipid pada 41 wanita yang menjalani operasi penurunan berat badan, dan melihat bahwa siklus perputaran itu memengaruhi kemampuan para responden untuk menjaga berat badan 4-7 tahun kemudian. Hanya pada orang yang masih memiliki "ruang" untuk meningkatkan perputaran lipid saja yang masih bisa menurunkan berat badannya. "Hasil penelitian ini menunjukkan sebuah proses dalam jaringan lemak mengatur perubahan berat badan ketika usia terus bertambah," kata profesor Peter Arner yang memimpin studi ini.

Salah satu cara untuk meningkatkan perputaran lipid dalam jaringan lemak adalah dengan menambah durasi dan intensitas olahraga. Menurut ahli diet Sharon Zarabi, penurunan metabolisme merupakan proses yang normal dari penuaan. "Tubuh kita menggunakan energi lebih sedikit untuk menjalankan fungsinya, akibatnya lebih sedikit juga lemak yang dipecah," kata Zarabi. Ia mengatakan, yang paling berpengaruh dalam hal berat badan adalah metabolisme, mikrobiome, hormon, asupan makanan, genetik, komposisi lemak, olahraga, dan toksin dari lingkungan.  

sumber: kompas.com


Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.