- Home
- Lingkungan
- Puluhan Gajah Masuk Kampung di Gunung Melintang, Kebun Warga Porak Poranda
Puluhan Gajah Masuk Kampung di Gunung Melintang, Kebun Warga Porak Poranda
Admin
Selasa, 16 Mar 2021 09:22
TELUKKUANTAN - Puluhan ekor gajah sumatera sejak tiga bulan terakhir berkeliaran di sekitar pemukiman warga di Desa Gunung Melintang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuansing.
Keberadaan satwa dilindungi bertubuh besar itu membuat warga setempat resah.
Hal ini dibenarkan Kepala Desa Gunung Melintang Hamzah, Saat dihubungi awak media melalui via telephon selulernya, Senin, (15/03/2021) diteluk Kuantan.
Hamza mengatakan, keberadaan hewan yang di lindungi ini, sudah tiga bulan terakhir berada di kawasan ini.
Bahkan kawanan gajah itu sering muncul di pemukiman warga.
"Masuknya kawanan gajah ini sudah terjadi tiga bulan lalu. Sampai saat ini kawanan gajah terus bermunculan. Terakhir, kemarin (Ahad,red), empat ekor masuk kebun warga," kata Hamzah.
Kawanan gajah tersebut katanya, biasanya muncul berkelompok, bisa empat atau lima ekor gajah. Bahkan, pernah sampai 20 ekor masuk ke kebun warga.
"Mereka memang tidak menetap. Kadang pergi, kadang datang gitu," papar dia.
Masih kata Hamzah, gajah-gajah yang diperkirakan berjumlah puluhan ekor tersebut selalu mondar mandir di antara perkebunan warga.
Bahkan menurut dia, tidak sedikit perkebunan milik warga porakporanda akibat hewan yang dilindungi tersebut.
"Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain menyaksikan kebun-kebun kami porak poranda," katanya.
Menurut informasi, kata Hamzah, kawanan gajah tersebut sengaja didatangkan ke kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), namun diduga dilepas tak sampai ke kawasan hutan TNTN.
Di katakan Hamzah, kawanan gajah tersebut terlihat jinak dan tidak takut terhadap manusia. Seperti gajah liar pada umumnya yang takut terhadap manusia. Makanya kawanan gajah itu sepertinya didatangkan ke hutan TNTN.
"Kalau gajah liar gampang diusir. Tapi kalau kawanan gajah ini malah ditunggunya kita. Tak mau diusir," ujarnya.
Kendati demikian, ucapnya, warga berusaha mengusir gajah tersebut dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menyiapkan petasan dan kembang api untuk mengusir kawanan hewan bergading itu.
"Kami mengusir dengan suara saja, seperti petasan, kembang api dan petasan karbit yang dibuatkan sama orang TNTN. Tapi tetap tak mau pergi. Padahal jaraknya hanya 20 meter dari kita," katanya.
Hamzah mengaku sudah menyampaikan perihal peristiwa itu ke pihak pengurus hutan TNTN. Pasalnya, hal serupa sering terjadi. Termasuk di dua desa penyangga lainnya yakni Desa Situgal dan Desa Lubuk Kembang Bunga.
"Kalau pemberitahuan ke kecamatan memang belum. Kalau ke pihak TNTN sudah. Kita kan ada grup What Appnya," katanya.
Ia berharap kepada pengelola Hutan TNTN agar menempatkan petugas di wilayah Desa Gunung Melintang Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuansing.
Pasalnya dua desa penyangga lainnya sudah ada petugasnya.
"Kita juga masuk daerah penyangga, tapi belum ada petugas. Makanya selama ini kita swadaya masyarakat saja. Kita berharap ini menjadi perhatian pengelola TNTN," harapnya.