Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Satu-Satunya, Jalan Alternatif Menuju Kecamatan Pelalawan nan Memilukan

Jika Hujan Berlumpur, Jika Panas Berdebu

Satu-Satunya, Jalan Alternatif Menuju Kecamatan Pelalawan nan Memilukan

Laporan: Febri. S
Minggu, 27 Okt 2019 21:21
Kondisi satu-satunya jalan alternatif menuju kecamatan Pelalawan memprihatinkan
PELALAWAN- Memasuki musim penghujan menjadi cerita yang memilukan bagi masyarakat di Kecamatan Pelalawan dan sekitarnya. Manakala ketika warga berdomisili disini bepergian baik menuju ibukota Pangkalan Kerinci maupun dari arah sebaliknya.

Hal ini diakibatkan satu-satu jalan alternatif, dari Simpang Perak Jalan Lintas Timur (Jalintim)- SP 7 Kerinci Kanan, Siak yang menjadi urat nadi dilewati masyarakat Kecamatan Pelalawan ini, menyedihkan.

Kesedihan itu, lantaran sebagian badan jalan tidak mendapatkan sentuhan pembangunan baik dari pemerintah daerah maupun pihak swasta seperti perusahaan besar beroperasi tidak berapa jauh dari akses ini.

Sebagian badan jalan, hanya dilapisi tanah liat warna merah. Jika terjadi musim hujan menyulitkan bagi masyarakat melintasinya. Jangan kan roda empat, roda dua seperti sepeda motor saja sulit menerobos. 

Jika tetap ngotot untuk dilewati, tanah-tanah liat berwarna kuning yang dibasahi hujan, menempel di bagian seluruh ban seperti tumpahan lem yang melengket. Bahkan, kondisinya, sangat licin, pengemudi pun harus extra hati-hati.

Banyak kenderaan, roda empat yang memaksakan diri menerobos terjebak di badan jalan. Kondisi inilah, yang dikeluhkan oleh masyarakat terjadi sejak Jumat 25 Oktober 2019 lalu hingga hari ini.

Keluhan, jalan alternatif menuju Kecamatan Pelalawan bukanlah cerita baru. Jauh-jauh sebelumnya, ketika musim hujan, jalan alternatif ini juga lantang disuarakan. Wargapun melampiaskan kekesalannya, diberbagai media sosial, termasuk yang terjadi Jumat lalu.

Media sosial seperti facebook, Whattapps grup begitu ramai, menyiarkan foto-foto kondisi jalan dengan sejumlah kenderaan terjebak. Bahkan, peristiwa ini, ditanggapi beragam oleh warganet, seperti di grup face book, Pelalawan Ku.

Pemerintah daerah diminta para netizen untuk cepat tanggap. Tidak itu saja, perusahaan besar seperti PT RAPP ikut disebut-sebut para netizen dan warga tidak peduli dan peka. Hal ini menyusul, jalan ini tidak berada jauh dari beroperasinya, PT RAPP.

Keluhan netizen itu sejalan dengan keluhan Dedi Candra, merupakan warga Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan. "Inikan satu-satu jalan alternatif baik menuju kecamatan Pelalawan maupun arah sebaliknya. Seharusnya, keluhan warga ini direspon cepat oleh PT RAPP, tapi kenyataan dibiarkan berlarut-larut dan menjadi keluhan tak berkesudahan," terang Dedi Candra, Minggu (27/10/2019).

Menurutnya, jalan alternatif menuju Kecamatan Pelalawan sudah dirancang semasa bupati Tengku Azmun Jaafar. Jalan alternatif itu setaunya, dibangun di Jalan Lingkar Ujung, Kelurahan Kerinci, Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci melewati belakang pabrik kertas PT RAPP.

Akan tetapi realisasi jalan tersebut dikabarkan kata dia mendapat penolakan dari pihak perusahaan. Padahal untuk membangun badan jalan sudah menyedot APBD Pelalawan.

"Dulu mau dibuat jalan alternatif, di dekat jalan lingkar, tapi dikabarkan ditolak pihak perusahaan dengan tawaran bakal membuat jalan alternatif di Telkomsel. Namun kenyataan nya sampai saat ini 'nonsen', tak tereraliasasi," tukasnya.

Jalan alternatif, Simpang Perak menuju Kecamatan Pelalawan saat ini dilewati warga, kata dia merupakan satu-satu akses jalan menuju Kecamatan Pelalawan. "Meskipun ada, tapi lewat PT RAPP melewati desa Lalang Kabung, tapi akses ini, sama sekali tak bisa lagi dilewati oleh masyarakat awam," tegasnya.

Ia berharap, pihak swasta seperti perusahaan, berbaik hati memperbaiki badan jalan. "Aspal kan, gak mungkin, minimal dengan menimbun kerikil batu, sedikitnya bakal mengurangi kondisi buruk badan jalan dari ancaman lumpur," bebernya.

Soalnya, jika diharapkan pemerintah menurut pengatahuannya, bakal melewati proses panjang dan berliku. Hal itu, ditengarai jalan alternatif ini, berada tumpang tindih antara dua kabupaten. Kabupaten Pelalawan dan Siak.***
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.