- Home
- Lingkungan
- Tak Disangka, Gajah Sumatera Ternyata Takut Petasan, Petani Kelapa Sawit di Riau Membuktikan
Tak Disangka, Gajah Sumatera Ternyata Takut Petasan, Petani Kelapa Sawit di Riau Membuktikan
Admin
Rabu, 17 Mar 2021 10:39
TELUK KUANTAN - Ternyata Gajah Sumatera takut dengan suara petasan sehingga warga di Desa Gunung Melintang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing menggunakan petasan untuk mengusir Gajah Sumatera yang merusak kebun kelapa sawit mereka.
"Kami mengusir Gajah Sumatera itu dengan berbagai cara," kata Kepala Desa Gunung Melintan, Hamzah pada Tribunpekanbaru.com, Selasa (16/3/2021).
Kawanan Gajah Sumatera memang kerap masuk ke tiga desa di kecamatan Kuantan Hilir.
Tiga desa yang sering dilewati Gajah Sumatera tersebut yakni Desa Gunung Melintang, Desa Situgal dan Desa Lubuk Kembang Bunga.
Sudah tiga bulan ini Gajah Sumatera masuk ke kebun warga di tiga daerah tersebut.
Terakhir, pada Minggu (14/3/2021), kawanan Gajah Sumatera masuk ke kebun warga desa Gunung Melintang.
Hamzah menceritakan warga menyiapkan petasan dan kembang api untuk mengusir kawanan Gajah Sumatera itu.
Juga petasan karbit yang dibuatkan pihak kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Diharapkan suara dari petasan bisa mengusir gajah. Namun ternyata tidak.
"Tapi tetap tak mau pergi. Padahal jaraknya hanya 20 meter dari kita," ucapnya.
Biasanya, kawanan gajah tersebut datang berkelompok.
Bisa empat ekor atau lima ekor dalam satu kelompok. Bahkan sampai 20 ekor.
Menurutnya, kawanan gajah tersebut terlihat jinak dan tidak takut terhadap manusia.
Ia pun memperkirakan gajah tersebut bukan gajah liar.
"Kalau gajah liar, pada umumnya yang takut terhadap manusia," katanya.
Ia memperkirakan kawanan gajah tersebut sengaja didatangkan ke kawasan hutan TNTN.
Namun diduga dilepas tak sampai ke kawasan hutan TNTN.
"Mungkin diturunkan di seputaran RAPP.
Akhirnya mereka yang belum bisa adaptasi dengan lingkungan, masuk ke lahan masyarakat," terangnya.
Pihaknya sudah menyampaikan ke pihak pengurus hutan TNTN.
Pasalnya, hal serupa sering terjadi.
Termasuk di dua desa penyangga lainnya yakni Desa Situgal dan Desa Lubuk Kembang Bunga.
Ia pun berharap kepada pengelola Hutan TNTN agar menempatkan petugas di wilayah Desa Gunung Melintang Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuansing.
Pasalnya dua desa penyangga lainnya sudah ada petugasnya.