Minggu, 07 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • AS dan Israel Serang Iran, Mentan Sebut Prabowo Tanya Stok Pangan di Indonesia

Ekbis

AS dan Israel Serang Iran, Mentan Sebut Prabowo Tanya Stok Pangan di Indonesia

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2026 15:16
(FotoOkezone.com)
JAKARTA-Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang mewanti-wanti ketersediaan pangan nasional di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Prabowo menginginkan cadangan pangan nasional cukup untuk mengantisipasi meluasnya gejolak konflik tersebut. 

"(Ketersediaan pangan), itu sempat ditanya Bapak Presiden (Prabowo) kemarin malam. Pangan kita lebih dari cukup. Pangan itu adalah beras yang menjadi inti dari pangan kita. Kalau yang lain, masih bisa kita cari substitusi. Kalau tidak ada daging, bisa telur," kata Amran saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Stok Pangan
Amran menjelaskan, subtitusi pangan yang menjadi sumber protein dan karbohidrat melimpah di Indonesia. Semisal kalau tidak ada stok telur, masyarakat masih bisa mengonsumsi ikan. Pun, karbohidrat bisa bersumber dari ubi dan singkong. 

Amran tak menafikan soal persentase konsumsi pangan untuk komoditas beras yang tinggi, yakni 70 persen. Meski begitu, cadangan pangan diklaimnya masih dalam jumlah aman, menyusul surplus di beberapa komoditas, terutama beras.

"Swasembada beras itu sudah dominan di sektor pangan kita. Apalagi ada telur dan ayam (yang juga swasembada). Swasembada beras Insya Allah, 3,7 juta ton dan ini tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Doakan itu (stok beras) di April 5 juta ton dan tanpa impor," ujar Amran.

Mentan Soroti Jalur Perdagangan 
Kendati begitu, Amran menyoroti jalur perdagangan internasional yang terancam setelah Iran memblokade Selat Hormuz. Dari blokade itu, bakal berpotensi besar terjadi inflasi pada sejumlah komoditas pangan. Sehingga perlu mitigasi risiko dalam kesiapan pangan nasional.

"Kami harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan-bahan bisa naik. (Tapi) kita cukup protein, Indonesia aman," katanya.

Sumber: (Okezone.com)

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.