Jumat, 24 Apr 2026

Ekbis

Harga Minyak Naik, Surplus Dagang Terancam

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 13 Mar 2026 14:59
Jakarta - Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mulai menjadi perhatian pemerintah. Kenaikan biaya impor energi berpotensi menekan surplus neraca perdagangan Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, ketegangan global dalam beberapa waktu terakhir memicu ketidak­pastian tinggi terhadap perekonomian dunia. Salah satu risiko terbesar berasal dari potensi gangguan pasokan energi, terutama jalur stra­tegis seperti Selat Hormuz yang terdampak konflik. “Penutupan Selat Hormuz dapat mengganggu suplai energi global dan memicu lonjakan harga komoditas, terutama minyak,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/3).

Menurut Purbaya, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan nilai impor migas Indonesia. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan surplus neraca perdagangan maupun neraca pembayaran.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah masih melihat peluang dari kenaikan harga beberapa komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan nikel. Hal itu berpotensi meningkatkan penerimaan negara.

Pemerintah menilai kondisi ekonomi domestik masih cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 tercatat 5,39 persen dan diperkirakan meningkat pada periode berikutnya. “Target pertumbuhan di kisaran 5,5 hingga 6 persen masih mungkin tercapai,” imbuhnya.

Ketahanan eksternal Indonesia juga dinilai masih terjaga. Surplus neraca perdagangan telah berlangsung 69 bulan berturut-turut, sementara cadangan devisa mencapai 152 miliar dolar AS. Di pasar keuangan, tekanan global juga masih relatif terkendali. Nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 0,3 persen sejak eskalasi konflik, namun masih lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang regional seperti Malaysia yang melemah 0,5 persen dan Thailand 1,6 persen.

Selain itu, aliran modal asing masih mencatatkan tren positif. Hingga awal Maret 2026 tercatat net inflow sekitar Rp24,9 triliun, terutama di pasar saham dan surat berharga negara.

“Ke depan pemerintah bersama otoritas moneter dan sektor keuangan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor,” pungkas Purbaya.

Sumber: (RiauPos.Co)

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:25

    Bansos Pangan Cair ke 33,2 Juta Penerima, Dapat 20 kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

    JAKARTA - Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng mulai disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Bantuan diberikan kepada lebih dari 33,2 juta penerima manf

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.