Nasional
Menanti Ruang Hijau di Kawasan Bekas Taman Ria Senayan
Sabtu, 21 Apr 2018 16:38
JAKARTA - Arah pembangunan Taman Ria Senayan yang dulu tempat hiburan masyarakat semua kalangan harus memiliki konsep yang matang. Pasalnya, model Taman Ria yang ada di tahun 1970-an, dinilai memang kurang tepat untuk menarik perhatian masyarakat, khususnya, anak muda dewasa ini.
"Jangan sekadar dibangun ditambahin apa, tapi anak muda tidak senang lagi kan. Jadi harus dirancang betul Taman Ria itu dulu salah satu tempat rekreasi," ujar Sejarawan dari Universitas Indonesia (UI), Anhar Gonggong, saat berbincang dengan Okezone.
Wacana soal Taman Ria yang akan dijadikan mal, sambungnya, harus tetap menampilkan hiburan masyarakat yang memiliki konsep Taman Kota. Sebagai Ibu Kota, ruang terbuka hijau untuk rakyat sulit ditemukan. Jika bicara pusat perbelanjaan yang megah cukup mudah dicari di Jakarta.
"Saya kira kalau mau dibangun mal. Kan mal sudah banyak tuh di sekitar situ banyak, ke Blok M banyak mal, Senayan juga ada mal. Jadi dipikirkan betul. Kalau mau dibangun mal, harus spesifik, dalam hal apa, bentuknya bagaimana, siapa di dalamnya nanti, itu harus dipikirkan. Kalau sekadar mal sudah banyak banget kok," papar Anhar.
Konsep pembangunan Taman Ria, menurut Anhar, bisa gabung antara mal
dan Taman Kota. Meskipun, harus dengan perencanaan dan perancangan yang
tepat.
Pembangunan menuju modernisasi tak bisa dielakan. Namun, tujuannya harus bersifat jangka panjang, bukan seumur jagung. Apalagi, membangun kawasan yang dulunya memiliki sejarah.
"Iya, artinya kan bisa terjadi mal khas Taman Kota, khas tapi gandengan. (Karena banyak sejarah) makanya harus dipikirkan betul," tutur Anhar.
Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana berpandangan bangunan bekas Taman Ria tak tepat apabila harus dibangun menjadi mal. Alasannya, soal geografis tempat itu yang berdekatan dengan gedung para wakil rakyat.
Arah pembangunan Taman Ria dinilai lebih tepat jika dijadikan salah satu pusat Taman Kota dengan bentuk perkembangan zaman saat ini.
"Menjadikannya (bekas Taman Ria) sebagai mal tentu kurang tepat, apalagi berdampingan dengan Gedung DPR. Jadi sejalan dengan fungsi Taman Ria pada tahun 70-an sebagai pusat hiburan rakyat maka tepat kalau sekarang menjadi Taman Kota," kata Dadang.
Pengelola Taman Ria, kata Dadang, seharusnya memikirkan pembangunan Taman Kota yang dapat mengembalikan sejarah indah Taman Ria dahulu. Ditengah bisingnya Ibu Kota, konsep Taman Kota yang tenang akan menjadi tempat favorit warga saat ini.
"Ya memang kota padat seperti Jakarta harus bangun ruang terbuka hijau atau ruang publik harus diperbanyak, bukan sebaliknya," ucap Dadang.
(okezone.com)
nasional
Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita
Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P
23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan
Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala
PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia
BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K
Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban
KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs
Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis
Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r