Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Bupati Suhardiman Amby Terbitkan Perbup Untuk Jaga Budaya dalam Tradisi Pacu Jalur Kuansing

Nusantara,

Bupati Suhardiman Amby Terbitkan Perbup Untuk Jaga Budaya dalam Tradisi Pacu Jalur Kuansing

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 06 Jul 2025 17:45
TRIBUNPEKANBARU.COM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby menertibkan Perbup untuk menjaga budaya dalam tradisi Pacu Jalur.

Dalam Perbup 25 Tahun 2025 tersebut, setiap tim Jalur diwajibkan menggunakan Anak Tari atau Togak Luan, Tumbo Ruang dan juga Tukang Onjai.

Ketiganya juga diwajibkan menggunakan pakaian khas Melayu pada saat mengikuti tradisi Pacu Jalur.


Tim Jalur akan didiskualifikasi dari event jika melanggar Perbup tersebut.

"Perbup itu berlaku untuk seluruh Rayon di Kecamatan dan juga Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa," ujar Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kuansing Azhar,  Minggu (6/7/2025).

Selain untuk menjaga budaya lokal dalam tradisi Pacu Jalur, Perbup tersebut juga menekankan kelestarian alam.

Dalam Perbup tersebut juga mengatur bahwa setiap desa hanya diperbolehkan mengambil kayu sekali dalam lima tahun.

Desa yang mengambil kayu dari hutan pun diwajibkan melakukan penanaman pohon di lokasi pohon Jalur yang diambil.


"Setiap desa juga diwajibkan menyiapkan 1 hektare untuk penanaman pohon bakal Jalur. Lahan ini untuk menjaga ketersediaan pohon bakal Jalur agar tradisi Pacu Jalur tidak punah karena ketiadaan pohon," ujar Azhar.

Untuk menjaga tradisi Pacu Jalur Kuansing, Pemkab Kuansing mulai mempersiapkan pendaftaran ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.

Baca juga: Aura Farming Pacu Jalur Kuansing Jadi Sorotan Dunia, Kadispar Riau: Ini Warisan Budaya Kaya Filosofi

"Terkait dengan perlindungan hak terhadap kemungkinan akan akan diklaim oleh daerah lain, kita tidak perlu khawatir karna Pacu Jalur Kuansing sudah tercatat sebagai WBTB, saat ini kita sedang mempersiapkan ke UNESCO," ujar  Azhar.

Pendaftaran ke badan khusus PBB itu untuk melindungi tradisi Pacu Jalur Kuansing agar tidak  diklaim oleh negara lain.

Pasalnya, beberapa negara di Asia Tenggara juga memiliki event serupa.

"Pemkab Kuansing sudah melakukan langkah dan koordinasi dengan Kementrian Kebudayaan beberapa hari yang lalu, kita akan melakukan langkah pengajuan permohonan agar budaya Pacu Jalur dicatat sebagai warisan Budaya Dunia di UNESCO," ujar Azhar.
Sejak viralnya tarian Rayyan Arkhan Dikha (11), banyak netizen mengklaim jika Pacu Jalur merupakan event yang berasal dari negaranya masing-masing.

Baca juga: Pacu Jalur, Tradisi Kuansing Riau yang Mendunia Menuju UNESCO

Adapun negara lain yang memiliki even serupa adalah Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam hingga Singapura.

Namun banyak perbedaan antara event dari negara-negara tersebut dengan Pacu Jalur Kuansing.


Tradisi Pacu Jalur Kuansing kata Azhar penuh dengan tradisi dan budaya, mulai dari penebangan pohon hingga di perlombaan.

"Kekhasan tradisi dan budaya asli Kuansing itu lah yang membuat Pacu Jalur Kuansing tidak dapat ditiru oleh negara lain," ujar Azhar.

Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.