Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Opini
  • GMNI Kota Pekanbaru : Konflik Meranti Bentuk Gagalnya Revolusi Mental Jokowi

GMNI Kota Pekanbaru : Konflik Meranti Bentuk Gagalnya Revolusi Mental Jokowi

Penulis : Riski Ananda
Sabtu, 27 Agu 2016 13:17
dok. Riski Ananda
Riski Ananda
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang kota pekanbaru mengutuk keras tindakan represif Polresta Kepulauan Meranti yang menimbulkan tiga orang korban jiwa dari masyarakat kepulauan meranti. Apa yang terjadi terhadap masyarakat Kepulauan Meranti sangat tidak manusiawi.

Peristiwa ini harus mendapatkan perhatian khusus dan tindakan tegas dari intitusi Polri, yang terjadi ini tidak hanya berseberangan dengan komitmen Kapolri namun juga bentuk penghianatan terhadap TRIBRATA dan CATUR PRASETYA yang mestinya menjadi pedoman dan prinsip yang dipegang teguh oleh seluruh anggota Polri di seluruh indonesia dalam menjalankan tugas-tugasnya.

GMNI Pekanbaru mendesak kapolri tidak hanya melakukan pencopotan terhadap anggotanya yang terbukti bersalah namun juga memberikan  sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Keadilan harus ditegakkan dan hilangya nyawa seseorang tidak boleh hanya mendapat sanksi pencopotan dari keanggotaan atau dari jabatan.

GMNI Pekanbaru Juga tidak membenarkan tindakan melawan hukum yang dilakukan masyarakat Kepulauan Meranti, namun hal ini juga menjadi tanggung jawab negara untuk memberikan contoh dan edukasi prihal prosedur penegakan hukum yang berlaku.

Secara nasional peristiwa yang terjadi di kepulauan meranti menambah catatan buruk aparat diIndonesia, belum lama ini TNI AU juga melakukan tindakan represif terhadap masyarakat di provinsi Sumatera Utara, berbagai kejadian-kejadian ini dapat dijadikan parameter gagalnya "REVOLUSI MENTAL" yang sejak awal dijadikan jargon pemerintahan era Presiden Jokowi-Jk, apalagi kejadian-kejadian ini jutru melibatkan aparatur negara yang seharusnya menjadi contoh terwujudnya "REVOLUSI MENTAL" tersebut.

Sebagian pemilih Jokowi-Jk pada pilpres 2014 adalah orang-orang yang anti orde baru dan anti terhadap kekerasan aparat negara, jika peritiwa-persitiwa seperti ini terus terjadi maka sama saja pemerintahan jokowi menghidupkan kembali fasisme ala orde baru dan menjadikan "REVOLUSI MENTAL" hanya Omong Kosong saja. *****

Riski Ananda adalah Wakabid Organisasi DPC GMNI Kota Pekanbaru
Opini
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 15:06

    Birokrasi, Investasi, dan Jalan Baru Pembangunan Provinsi Riau

    DALAM Dalam diskursus pembangunan daerah, otonomi sering kali dipahami secara sederhana: jika infrastruktur dibangun, investasi akan datang; jika investasi datang, ekonomi daerah akan tumbuh. Pandanga

  • Minggu, 07 Sep 2025 10:19

    Rumah Besar PWI Harus Dirawat Bersama, Persatuan Lebih Mulia dari Ambisi

    Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Bekasi, 29-30 Agustus 2025, telah menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi wartawan tertua di Indonesia. Dengan penuh suasana demokratis, Direktur Utama L

  • Senin, 02 Des 2024 19:18

    Pilkada Rohil: Sejarah Berulang Petahana Tumbang, Bistamam Harapan Baru Rokan Hilir

    TAHUN 2024 menjadi tahun politik yang penuh tantangan bagi Bupati Rokan Hilir (Rohil), Afrizal Sintong. Pada 27 November 2024, masyarakat Rokan Hilir memilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati da

  • Senin, 27 Mar 2023 20:06

    Undang Undang Cipta Kerja Yang Sempat Dipandang Tidak Baik Oleh Beberapa Orang

    Dikenal dengan Omni buslaw, UU 11 Tahun 2020  tentang Penciptaan Lapangan Kerja merupakan undang-undang yang fenomenal. Undang-Undang cipta kerja dirancang dengan kecepatan tinggi dan memaparkan

  • Minggu, 12 Mar 2023 09:40

    Blackpink, Kaum Muda, dan Nasionalisme

    Indonesia pada Maret ini kedatangan group K-Pop dunia asal Korea Selatan, Blackpink. Rasanya tak ada kaum Milenial maupun Gen-Z yang tidak kenal dengan group ini. Antusiasme ditunjukkan Blink dengan k

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.