Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Ahli Bedah Plastik dari Unair Temukan Krim Penghilang Keloid

Kampus

Ahli Bedah Plastik dari Unair Temukan Krim Penghilang Keloid

Sumber: Okezone.com
Jumat, 27 Jan 2017 11:06
Okezone.com
Dok Unair
JAKARTA-Sebagai dokter bedah plastik, Prof Dr David Sontani Perdanakusumah, dr, Sp.BP-RE (K) sudah sering menangani pengobatan keloid. Sayangnya, menghilangkan jenis luka tubuh yang berserat, tebal dan berwarna kontras dengan kulit sekitarnya itu tidaklah mudah, sekali pun dilakukan tindakan operasi.

Dari permasalahan tersebut, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) itu mulai membuat riset dalam disertasinya. Menurut dia, melanin, pewarna pada kulit, memiliki sifat kimia asam. Sehingga, orang yang tidak berkulit putih atau banyaknya melanin membuat suasana kulit bersifat asam.

"Jadi, ide saya yang dipatenkan adalah pemutih dalam suasana basa untuk keloid. Karena dengan diberi pemutih ke keloid, suasananya basa, kolagenasenya aktif, melaninnya turun sehingga suasana di dalam akan basa. Kolagenasenya muncul (aktif) dan kolagen semua yang berlebih akan dipapas sehingga turun," paparnya dinukil dari laman Unair, Jumat (27/1/2017).

Krim pemutih keloid dalam suasana basa tersebut akhirnya berhasil dipatenkan pada 17 Oktober 2012. David mengungkapkan, butuh waktu delapan tahun untuk mengurus paten inovasinya.

"Saya mengurus paten sekira 2004, tetapi baru keluar 2012, delapan tahun. Karena hydroquinone bukan barang baru. Itu sudah lama dipakai untuk pemutih, tapi hydroquinone untuk keloid tidak pernah ada di dunia. Itu riset saya. Original," tuturnya.

Setelah itu, dia pun mempraktikkan penggunaan krim kepada para pasiennya. Hasilnya, keloid jadi mengecil dan lebih cerah. Sedangkan untuk keloid yang bentuknya besar, pemberian krim perlu dikombinasikan dengan tindakan bedah.

"Bekas luka bakar di tangan saya diberi krim ini juga terus mulus. Ada luka trauma, bekas operasi, saya kasih kemudian memudar dan halus," imbuhnya.

Saat ini, krim pemutih milik David tengah dihilirisasi oleh salah satu industri farmasi di Indonesia. Uji produk memasuki tahap uji stabilitas. Setelah uji stabilitas, tahap berikutnya adalah uji klinik di berbagai pusat kesehatan. (Okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.