Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Ancaman Serius Kebhinekaan, Ribuan Mahasiswa Gelar Jambore Nasional

Pendidikan

Ancaman Serius Kebhinekaan, Ribuan Mahasiswa Gelar Jambore Nasional

Sumber : Okezone.com
Jumat, 03 Feb 2017 11:43
Istimewa
JAKARTA-Sebanyak 3.000 mahasiswa dari 500 kampus seluruh Indonesia berencana menggelar Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur, pada 4-6 Februari 2017 untuk menyamakan persepsi mengenai kebhinekaan di Indonesia dan peneguhan komitmen untuk menjaga dan menjalankan ideologi Pancasila.

Ketua Panitia Jambore Nasional, Septian dalam keterangan pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (2/2/2017), mengatakan saat ini ada ancaman yang cukup serius terhadap NKRI, ideologi Pancasila dan kebhinekaan.

Situasi bangsa ini jadi terpecah karena isu SARA. Padahal pendiri bangsa ini kan terdiri dari berbagai suku, agama, dan asal usul lainnya.

"Sebagai generasi muda yang kelak akan mewarisi negara ini tentu mahasiswa tidak boleh berdiam diri melihat situasi sosial politik yang menguatnya isu SARA," kata Septian yang tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten.

Septian juga mengatakan sebagai kekuatan pro-demokrasi, mahasiswa harus mengawal demokrasi yang saat ini berjalan dengan menunjukkan sikap serta keberpihakan pada NKRI dan Pancasila. Sebab hanya Pancasila yang bisa menjaga republik ini berdiri tegak sampai saat ini.

"Jika ada kelompok yang ingin mengubah dasar negara Pancasila, berarti kelompok tersebut adalah musuh mahasiswa dan rakyat Indonesia," tegasnya.

Menurut Septian, kegiatan jambore ini bukan kegiatan politik, tetapi berangkat dari keprihatinan atas situasi yang ada saat ini. Sangat disayangkan kalau energi dan potensi anak bangsa habis untuk memikirkan masalah SARA yang harusnya sudah dituntaskan oleh pendiri bangsa.

Dalam jambore nanti, ditambahkan Septian, peserta akan melakukan kajian ilmiah tentang Pancasila, NKRI serta kebhinekaan yang hasilnya bisa disampaikan kepada publik dan pemerintah.

Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak membuat pasangan calon (paslon) dan tim sukses (timses) berupaya menggaet suara pemilih dengan berbagai cara.

Malangnya, mereka juga memainkan isu SARA yang membuat masyarakat terkotak-kotak karena latar belakang SARA. Para peserta jambore akan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas kepada siapapun yang mempermainkan isu SARA.

Namun, pada saat bersamaan mahasiswa harus memainkan peran menjadi bingkai kebhinekaan di NKRI.

"Kita tidak bisa mengintervensi Tuhan. Kita tidak pernah bisa menolak apa yang Tuhan inginkan. Apakah jadi orang China, Batak, Jawa, Dayak dan sebagainya, kita tak bisa mengintervensi apapun. Kita harus bisa menerima dan menghargai apapun yang ada," ujar Wakil Ketua Panitia Pelaksana Jambore, Egi Hendrawan dari Universitas Pakuan Bogor, Jawa Barat.

Sejak Oktober 2016 lalu, kata Egi, mahasiswa sudah berinisiatif membentuk posko relawan penjaga NKRI di Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Hingga saat ini setidaknya posko tersebut sudah terbentuk di 100 kampus di seluruh Indonesia.

"Kita melihat ada pihak tertentu yang ingin mengganti Pancasila, menolak kebhinekaan di NKRI. Di situ kita harus memainkan peran. Mahasiswa harus menjadi menjadi pelindung bagi korban SARA," tegasnya.

Isworo dari Universitas Islam Negeri Jakarta, mengatakan, UIN Jakarta yang berperan sebagai penghubung peserta jambore mengatakan sekira 500 kampus yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari sekira 20 provinsi.

Masing-masing kampus akan mengirimkan 5 (lima) orang wakil. Inisator kegiatan ini berasal dari elemen mahasiswa yang berada di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Delegasi mahasiswa dari Sulawesi dan Kalimantan, Sumatera, dan Kepri saat ini sedang bergerak menuju Jakarta dengan menumpang kapal laut. Sedangkan delegasi aktivis mahasiswa di Jawa, Bali dan Lampung sedang bergerak dengan menumpangi bis dan kereta api.

Tugas dan peran mahasiswa untuk memberi pemahaman terhadap masyarakat tentang bahaya dan ancaman jika membiarkan sejumlah pihak terus mengulik-ulik masalah SARA, terutama dalam kaitannya dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) atau pemilu. (Okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.