Minggu, 28 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Ancaman Serius Kebhinekaan, Ribuan Mahasiswa Gelar Jambore Nasional

Pendidikan

Ancaman Serius Kebhinekaan, Ribuan Mahasiswa Gelar Jambore Nasional

Sumber : Okezone.com
Jumat, 03 Feb 2017 11:43
Istimewa
JAKARTA-Sebanyak 3.000 mahasiswa dari 500 kampus seluruh Indonesia berencana menggelar Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur, pada 4-6 Februari 2017 untuk menyamakan persepsi mengenai kebhinekaan di Indonesia dan peneguhan komitmen untuk menjaga dan menjalankan ideologi Pancasila.

Ketua Panitia Jambore Nasional, Septian dalam keterangan pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (2/2/2017), mengatakan saat ini ada ancaman yang cukup serius terhadap NKRI, ideologi Pancasila dan kebhinekaan.

Situasi bangsa ini jadi terpecah karena isu SARA. Padahal pendiri bangsa ini kan terdiri dari berbagai suku, agama, dan asal usul lainnya.

"Sebagai generasi muda yang kelak akan mewarisi negara ini tentu mahasiswa tidak boleh berdiam diri melihat situasi sosial politik yang menguatnya isu SARA," kata Septian yang tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten.

Septian juga mengatakan sebagai kekuatan pro-demokrasi, mahasiswa harus mengawal demokrasi yang saat ini berjalan dengan menunjukkan sikap serta keberpihakan pada NKRI dan Pancasila. Sebab hanya Pancasila yang bisa menjaga republik ini berdiri tegak sampai saat ini.

"Jika ada kelompok yang ingin mengubah dasar negara Pancasila, berarti kelompok tersebut adalah musuh mahasiswa dan rakyat Indonesia," tegasnya.

Menurut Septian, kegiatan jambore ini bukan kegiatan politik, tetapi berangkat dari keprihatinan atas situasi yang ada saat ini. Sangat disayangkan kalau energi dan potensi anak bangsa habis untuk memikirkan masalah SARA yang harusnya sudah dituntaskan oleh pendiri bangsa.

Dalam jambore nanti, ditambahkan Septian, peserta akan melakukan kajian ilmiah tentang Pancasila, NKRI serta kebhinekaan yang hasilnya bisa disampaikan kepada publik dan pemerintah.

Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak membuat pasangan calon (paslon) dan tim sukses (timses) berupaya menggaet suara pemilih dengan berbagai cara.

Malangnya, mereka juga memainkan isu SARA yang membuat masyarakat terkotak-kotak karena latar belakang SARA. Para peserta jambore akan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas kepada siapapun yang mempermainkan isu SARA.

Namun, pada saat bersamaan mahasiswa harus memainkan peran menjadi bingkai kebhinekaan di NKRI.

"Kita tidak bisa mengintervensi Tuhan. Kita tidak pernah bisa menolak apa yang Tuhan inginkan. Apakah jadi orang China, Batak, Jawa, Dayak dan sebagainya, kita tak bisa mengintervensi apapun. Kita harus bisa menerima dan menghargai apapun yang ada," ujar Wakil Ketua Panitia Pelaksana Jambore, Egi Hendrawan dari Universitas Pakuan Bogor, Jawa Barat.

Sejak Oktober 2016 lalu, kata Egi, mahasiswa sudah berinisiatif membentuk posko relawan penjaga NKRI di Universitas Mpu Tantular, Jakarta. Hingga saat ini setidaknya posko tersebut sudah terbentuk di 100 kampus di seluruh Indonesia.

"Kita melihat ada pihak tertentu yang ingin mengganti Pancasila, menolak kebhinekaan di NKRI. Di situ kita harus memainkan peran. Mahasiswa harus menjadi menjadi pelindung bagi korban SARA," tegasnya.

Isworo dari Universitas Islam Negeri Jakarta, mengatakan, UIN Jakarta yang berperan sebagai penghubung peserta jambore mengatakan sekira 500 kampus yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari sekira 20 provinsi.

Masing-masing kampus akan mengirimkan 5 (lima) orang wakil. Inisator kegiatan ini berasal dari elemen mahasiswa yang berada di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Delegasi mahasiswa dari Sulawesi dan Kalimantan, Sumatera, dan Kepri saat ini sedang bergerak menuju Jakarta dengan menumpang kapal laut. Sedangkan delegasi aktivis mahasiswa di Jawa, Bali dan Lampung sedang bergerak dengan menumpangi bis dan kereta api.

Tugas dan peran mahasiswa untuk memberi pemahaman terhadap masyarakat tentang bahaya dan ancaman jika membiarkan sejumlah pihak terus mengulik-ulik masalah SARA, terutama dalam kaitannya dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) atau pemilu. (Okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.