Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Asesmen Nasional untuk Mengetahui Kondisi Pendidikan, Ini Penjelasannya

Asesmen Nasional untuk Mengetahui Kondisi Pendidikan, Ini Penjelasannya

Admin
Senin, 06 Sep 2021 15:24
merdeka.com

Kemendikbud akan menggelar Asesmen Nasional pada September 2021. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa Asesmen Nasional dilakukan untuk mengetahui kondisi pendidikan, termasuk dampak pandemi Covid-19 terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan.

"Kalau tidak melakukan AN (Asesmen Nasional) ini pada 2021, dampaknya akan sangat dramatis, karena melalui AN ini dapat mengetahui kondisi pendidikan akibat pandemi Covid-19, mengetahui seberapa besar anak-anak kita kehilangan kesempatan belajar," kata Nadiem beberapa waktu lalu.

Ujian nasional tidak diadakan pada tahun 2020. Kalau tidak melakukan Asesmen Nasional pada 2021, Nadiem mengatakan, pemerintah tidak bisa memetakan kondisi pendidikan, termasuk sekolah-sekolah yang tertinggal dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

"Kalau tidak bisa mengetahui mana sekolah yang tertinggal, kita tidak bisa membuat strategi penganggaran, strategi bantuan untuk sekolah yang paling membutuhkan bantuan kita. Ini alasan terpenting mengapa harus ada pelaksanaan AN pada 2021," katanya.

Kemendikbud semula berencana menyelenggarakan Asesmen Nasional dari Maret hingga April 2021 namun kemudian menundanya menjadi September hingga Oktober 2021. Pemerintah menunda pelaksanaan Asesmen Nasional untuk mengoptimalkan persiapan penyelenggaraan asesmen, termasuk penyiapan sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan.

Asesmen Nasional akan dilakukan pada sebagian siswa kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak di setiap sekolah dan madrasah. Pelaksanaan asesmen akan dilakukan secara bertahap pada setiap jenjang guna memungkinkan sekolah berbagi sumber daya.

Sekolah-sekolah dengan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi belum memadai dapat menyelenggarakan asesmen di satuan pendidikan lain yang infrastrukturnya lebih memadai. Simulasi Asesmen Nasional di satuan pendidikan rencananya diselenggarakan pada April hingga Agustus 2021.

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo mengatakan, AN sangat berbeda dengan ujian nasional. Pemerintah pusat tidak lagi melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik.

"Jadi AN ini berfungsi untuk untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan kualitas pembelajaran," ucap Anindito Aditomo dalam Webinar Asesmen Nasional, Paradigma Baru Evaluasi Pendidikan Nasional, Kamis (2/9/2021).

Lebih lanjut Anindito memaparkan bahwa AN sebagai evaluasi sistem tidak memiliki konsekuensi pada murid peserta AN. Selain itu, pemetaan dan umpan balik bagi satuan dan dinas pendidikan (tidak ada skor individu murid, guru, dan kepala sekolah. AN juga bisa memperbaiki proses pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan.

"Alhasil, AN mampu meningkatkan karakter dan kompetensi peserta didik," tutur Anindito Aditomo.

Mengenai kualitas belajar, lanjut Anindito bahwa nantinya AN bisa memberikan gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif dalam mengembangkan kompetensi dan karakter murid.

"Hal ini mencakup ciri pengajaran yang baik, refleksi guru, kepemimpinan kepala sekolah sampai program sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif," ujar Anindito.

Nantinya, menurut Anindito hasil AN akan dikembalikan kepada sekolah dan pemda melalui platform Rapor Pendidikan yang memudahkan evaluasi diri dan perencanaan tindak lanjut. Hal itu meliputi tidak ada skor individu murid, guru maupun kepala sekolah. Selain itu, AN mampu mendorong refleksi dan mengurangi tekanan, skor sekolah hanya dapat dilihat oleh sekolah masing-masing serta dinas pendidikan.

"Hal itu nantinya hasil ditampilkan dengan menghindari ranking dan pelabelan negatif terhadap sekolah dan daerah," tutur Anindito. 

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.