- Home
- Pendidikan
- Beasiswa Riset Postdoktoral di Jepang
Pendidikan
Beasiswa Riset Postdoktoral di Jepang
Kamis, 16 Jun 2016 11:55
TOKYO - Hakuho Foundation, yayasan gabungan yang berorientasi pada kepentingan umum membuka pendaftaran program Beasiswa Riset Jepang Hakuho ke-12. Pendaftaran sudah dimulai sejak 10 Juni untuk beberapa gelombang program .
Beasiswa ini dimaksudkan untuk semakin memperkuat fondasi riset internasional dan memperdalam pemahaman tentang Jepang melalui berbagai aktivitas riset. Program Beasiswa Riset Jepang Hakuho Foundation mengundang para peneliti bahasa, sastra & budaya Jepang dan pendidikan berbahasa Jepang internasional terkemuka untuk mengadakan riset residensial di Jepang.
Riset dilakukan dalam bahasa Jepang. Sehingga peneliti yang mengajukan pendaftaran harus memiliki kemampuan bahasa Jepang serta bekerja di bidang bahasa, sastra, budaya, atau pendidikan berbahasa Jepang yang tinggal di luar Jepang.
Pelamar juga harus terafiliasi dengan lembaga pendidikan tinggi atau penelitian (termasuk sarjana pascadoktoral, adjunct professor, dan dosen paruh waktu), atau memiliki latar belakang penelitian dan pendidikan yang setara. Pelamar juga bukan warga negara Jepang atau warga negara Jepang yang telah tinggal di luar Jepang selama 10 tahun atau lebih dan aktif di komunitas akademis, dll, di negara tempat mereka tinggal. Jika diterima, pelamar juga bersedia tinggal di Jepang selama berlangsungnya program beasiswa.
Perlu diperhatikan, pendaftar yang mengikuti program ini dengan tujuan untuk menyusun tesis doktoral tidak dapat diterima. Sementara itu, peserta yang masih studi S-3 selambat-lambatnya harus sudah meraih gelar doktor pada 31 Maret 2017.
Penerima beasiswa akan mendapatkan fasilitas berikut ini:
- Ongkos penerbangan: Tiket pulang kelas ekonomi;
- Tunjangan pemindahan: 350 ribu yen (pembayaran sekaligus);
- Biaya tinggal dan riset: 350 ribu yen per bulan;
- Subsidi tempat tinggal: Hingga 150 ribu yen per bulan (biaya aktual; berdasarkan kuitansi yang diterima tiap bulannya);
- Asuransi sakit dan kecelakaan bagi pelancong internasional.
Selain itu, Hakuho Foundation akan membayar penggunaan fasilitas, dll oleh peserta kepada organisasi penerima tempat peserta penyelenggara melakukan riset.
Ada dua periode program yang bisa dipilih peraih beasiswa. Program jangka panjang berdurasi satu tahun, serta berlangsung pada 1 September 2017 hingga 31 Agustus 2018.
Sedangkan program jangka pendek berdurasi enam bulan. Periode beasiswa jangka pendek ini adalah 1 September 2017 hingga 28 Februari 2018 (putaran pertama) atau 1 Maret - 31 Agustus 2018 (putaran kedua).
Deadline pendaftaran adalah 31 Oktober 2016. Hasil seleksi akan diumumkan pada awal Maret 2017 (tentatif).
Informasi lengkap bisa disimak di website Hakuho Foundation (okezone.com)
Pendidikan
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh