- Home
- Pendidikan
- Cerita Mahasiswa Asal Yaman Raih Master dalam Tiga Semester
Pendidikan
Cerita Mahasiswa Asal Yaman Raih Master dalam Tiga Semester
Kamis, 29 Sep 2016 10:59
JAKARTA - Kehadiran mahasiswa asing di prosesi wisuda kampus selalu mengundang perhatian. Hal itulah yang turut dirasakan mahasiswa asal Yaman, Mohammad Hateem Ali saat menjadi salah satu wisudawan gelar master di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Hateem menyelesaikan studi S-2 di jurusan Teknik Informatika ITS. Dia pertama kali datang ke Surabaya pada 2012 sebagai penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Sebelum mulai kuliah, Hateem wajib mengikuti kursus bahasa Indonesia terlebih dahulu.
"Bersama dua teman saya, kami baru terdaftar sebagai mahasiswa di ITS pada 2014," katanya dinukil dari laman ITS, Rabu (28/9/2016).
Seperti mahasiswa asing pada umumnya, Hateem sempat kesulitan beradaptasi dengan budaya dan kondisi lingkungan di Indonesia. Beruntung, dosen dan teman-temannya senantiasa membantu jika dia mengalami kesulitan. Alhasil, dengan usahanya Hateem mampu menyelesaikan studi master selama tiga semester saja, dari yang umumnya empat semester.
"Dosennya bahkan selalu bersedia menjelaskan ulang kepada saya jika ada materi yang tidak saya mengerti. Saya juga dibantu oleh teman-teman sesama mahasiswa S-2 maupun S-3," kenangnya.
Tesis Hateem sendiri membahas mengenai data hiding. Teknologi ini termasuk dalam kategori teknologi keamanan informasi.
"Penelitian saya memungkinkan pengiriman informasi rahasia tanpa diketahui orang lain melalui sebuah data carrier. Isinya dapat berupa gambar maupun suara. Metodenya hampir seluruhnya saya buat sendiri," paparnya.
Penyuka masakan Padang ini mengaku, tertarik melanjutkan studi doktor di kampus yang sama. Dia masih ingin melanjutkan penelitiannya tentang data hiding. Bahkan, salah satu jurnalnya telah dipublikasikan secara internasional.
"Saya menargetkan menyelesaikan program doktoral dalam tiga tahun," sebutnya.
Kendati demikian, Hateem turut memberi masukan kepada almamaternya itu. Dia berharap ke depan ITS perlu menambah jumlah kelas internasional yang jumlahnya masih sedikit untuk jenjang S-2 dan S-3. Sebab, banyak rekannya dari Yaman sebenarnya tertarik kuliah di ITS.
"Mayoritas calon mahasiswa asing awalnya pasti bertanya dahulu bahasa apa yang digunakan di universitas tersebut. Jika tak ada kelas internasional yang menggunakan bahasa Inggris, kebanyakan dari mereka akan memilih mundur," tutupnya.
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh