- Home
- Pendidikan
- Inovasi Deodoran Alami dari Unsyiah
Pendidikan
Inovasi Deodoran Alami dari Unsyiah
Jumat, 17 Jun 2016 11:50
BANDA ACEH – Lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sukses menciptakan produk deodoran alami. Produk tersebut turut dibiayai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI.
Mahasiswa yang terhimpun dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) itu berhasil menciptakan produk deodoran bernama Gayuen Powder. Salah seorang anggota kelompok tersebut, Novira Iswani menjelaskan, nama tersebut mereka pilih lantaran memiliki makna tersendiri. Menurutnya, Gayuen merupakan singkatan kata dalam bahasa Aceh.
"Gayuen adalah singkatan dari Gapu Kuyuen yang merupakan produk deodoran inovasi baru dengan mencoba membangkitkan kembali tradisi leluhur yang hilang dan terkikis oleh majunya teknologi. Gapu Kuyuen berasal dari bahasa Aceh yang berarti kapur sirih dan jeruk nipis. Kedua bahan alami tersebut menjadi bahan pokok dari produk Gayuen. Gayuen lahir atas bantuan dana hibah dari PKM-K yang didanai oleh Kemristekdikti," kata Novira, belum lama ini.
Selain Novira, kelompok PKM tersebut beranggotakan Cut Sherly Amalia, Ayuni Asriliyani Islami Yaturrahman, Febri Rahmadini, dari Program Studi Statistika FMIPA dan Pina Mastura mahasiswa Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Unsyiah.
Novira mengimbuhkan, dia dan teman-temannya membuat produk tersebut karena di pasaran, banyak deodoran menggunakan bahan-bahan kimia sehingga memiliki efek samping dan berbahaya bagi kesehatan. Komponen itu seperti alumunium, paraben, dan propylene glycol yang bila digunakan terus menerus memicu kanker payudara.
"Jadi di samping untuk menciptakan peluang usaha, kami juga menawarkan produk yang aman bagi kesehatan dengan dengan harga yang terjangkau. Konsumen pun akan terhindar dari berbagai risiko penyakit serius," jelasnya.
Harga Satu Gayuen Powder juga cukup terjangkau, satu produk ini dibanderol hanya Rp3.000. Produk ini juga diklaim bisa menghilangkan bau badan, memutihkan ketiak, dan menghambat pertumbuhan rambut pada ketiak.
PKM-K merupakan program bagi mahasiswa yang didanai oleh Kemristekdikti. Selain PKM-K ada juga program kreativitas lainnya yakni, PKM Penelitian, PKM Pengabdian, dan PKM Karya Cipta. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh