- Home
- Pendidikan
- Kak Seto: Masyarakat Jangan Reaktif Tanggapi Full Day School
Pendidikan
Kak Seto: Masyarakat Jangan Reaktif Tanggapi Full Day School
Rabu, 10 Agu 2016 12:34
CIANJUR – Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi alias Kak Seto meminta masyarakat tidak reaktif terhadap rencana Mendikbud RI, Muhadjir Effendy yang akan menerapkan Full Day School. Pasalnya, kebijakan tersebut baru sebatas wacana.
Kak Seto menilai, maksud pemerintah (mendikbud) mewacanakan rencana penerapan sistem pendidikan tersebut semata untuk mendapat masukan dari semua pihak termasuk masyarakat.
"Hanya saja cara penyampaiannya terkesan terburu-buru dan kurang tersosialisasikan sehingga menimbulkan polemik di masyarakat," kata Kak Seto di Cianjur.
Kak Seto sendiri mengapresiasi rencana tersebut selama tidak memasung hak-hak anak, seperti hak bermain, hak beristirahat, dan hak berekreasi karena pada prinsipnya proses belajar harus ramah anak dan demi kepentingan terbaik bagi anak. Lagipula, sambung dia, proses pembelajaran bukan hanya di formal (di sekolah), namun bisa non formal melalui sanggar-sanggar dan di lingkungan keluarga.
"Karenanya, full day school ini tidak bisa dipukul rata, beberapa sekolah yang menerapkannya selama ini juga banyak anak yang stres karena cara pengemasannya yang tidak ramah anak," ucapnya.
Salah seorang wali murid SD, Firman T Rahman menilai, kebijakan tersebut bisa berjalan efektif atau hanya berakhir di tataran wacana tergantung dari perangkat pendukungnya di lapangan. Pasalnya, full day school merupakan kebijakan yang mendasar sehingga harus didukung oleh infrastruktur termasuk oleh regulasi penguat lainnya.
"Kalau diterapkan serta merta dan ke semua, saya menilai tidak akan efektif malah akan mandeg di tengah jalan. Kebijakan ini harus bertahap dan melibatkan semua pihak," kata Firman.
Firman sendiri mengaku heran dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan. Pasalnya, setiap ganti tampuk kepemimpinan (menteri) selalu saja ada "produk" baru yang implementasinya terkesan dipaksakan.
"Jangan sampai anak-anak kita ini menjadi 'kelinci percobaan' atas program atau kebijakan-kebijakan dari Jakarta yang terlalu melangit itu," ucapnya.
Mendikbud baru, Muhadjir Effendy menggelindingkan wacana penerapan sistem full day school dalam 100 hari kerja kepemimpinannya, belum lama ini. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menggagas penerapan sistem full day school di sekolah setingkat SD dan SMP agar anak tidak sendiri ketika orangtua mereka masih bekerja. Namun, rencana kebijakan tersebut menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh