"Mobil terbang menjadi simbol masa depan pendidikan yang menunjukkan inovasi di bidang teknologi 3D printing dan beberapa ilmu baru yang bermunculan," ujar mahasiswa tingkat awal Teknik Elektro MDIS Ra Woonjae.
Berbalut kostsum sporty dengan bahan holografik, mahasiswa MDIS menampilkan tarian yang terinspirasi dari genre hip-hop dengan hentakan musik Gloria Estefan, Conga. Kontingen juga memberikan clappers kepada penonton agar dapat menari bersama.
Selain mahasiswa Indonesia, peserta parade juga diisi oleh mahasiswa Jepang, Rusia, Myanmar, Korea Selatan, dan China. Keberagaman kontingen juga merupakan refleksi dari kehidupan mahasiswa di MDIS multikultural yang menunjukkan persatuan dan persahabatan antara mahasiswa dari kebudayaan yang berbeda.
"Selain dapat teman baru, acara ini juga melatih kami mengatur waktu untuk belajar, ujian, dan latihan menari," imbuh Puspa Aroma, mahasiswa tingkat akhir di Bangor University program Bachelor of Science (Hons) in Business Studies and Finance dan Wakil Presiden Business Club Exco MDIS (2017-2018).
(Liputan6.com)