- Home
- Pendidikan
- Mahasiswa UB Sabet Dua Medali Dalam Ajang Asian English Olympics
Mahasiswa UB Sabet Dua Medali Dalam Ajang Asian English Olympics
Jumat, 23 Feb 2018 11:43
JAKARTA - Mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya (UB) memenangkan juara umum Spelling Bee Asian English Olympics (AEO) yang digelar di Universitas Bina Nusantara (Binus).
Perwakilan Universitas Brawijaya ini memborong dua dari total tiga medali untuk perlombaan cabang spelling bee. Mereka adalah Dyah Ayu Megantari Soesetyo Putri sebagai peraih medali emas dan Rizqi Wisnu Mauludino sebagai peraih medali perunggu.
Universitas Brawijaya menjadi institusi pertama Indonesia yang berhasil memenangkan kompetisi ini sejak tahun 2012. Sebelumnya, pada 2017 piala bergilir ini dibawa oleh Universitas Petronas, Malaysia. Ajang ini diikuti oleh 673 peserta dari berbagai universitas di Asia.
"Awal mulai ikut lomba spelling bee dulu waktu masih SD tahun 2006, tapi mulai diseriusin tahun 2008," ujar Dyah Ayu selaku pemenang AEO 2018 seperti dilansir laman UB, Jumat (23/2/2018).
Pada 2015 dan 2017, Dyah Ayu pernah memenangkan medali perak di ajang AEO ini. Ia mengaku membaca buku kesukaannya, Words of Wisdom milik Scott Remer, banyak membantu dalam menambah kosa kata baru. Banyaknya pengalaman yang telah ia dapatkan dari kompetisi spelling bee juga ikut menjadi faktor mampunya ia mendapat medali emas untuk tahun ini.
Sementara, Rizqi Wisnu yang menjadi runner-up menyukai bahasa Inggris sejak kecil, ia juga pernah mengikuti kompetisi bahasa Inggris saat SMA dan baru mengikuti cabang spelling bee pada 2016.
"Pikiranku ya campur aduk saat itu, karena tidak ada bayangan seperti apa lawan yang akan dihadapi. Sempat down juga karena kebanyakan dari mereka berasal dari negara yang menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya," ungkap Rizqi.
Sebagai teman satu organisasi, yaitu UKM FORMASI (Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris), Dyah dan Rizqi saling membantu untuk persiapan kompetisi ini. Meski Rizqi lebih senior, ia banyak mendapat bantuan dari Dyah yang lebih berpengalaman, mereka biasa bermain lempar kata, belajar kata serapan dari bahasa lain, dan sebagainya.
Mereka berpendapat bahwa logika sangat dibutuhkan untuk memahami kosa kata baru yang didapat. Rizqi juga berencana akan terus mengikuti kompetisi sejenis AEO ke depannya.
Cabang Spelling Bee sendiri secara umum adalah kompetisi mengeja.
Namun, tidak hanya secara tulis atau lisan, terdapat game yang juga
disisipkan dalam kompetisi tersebut. Pada babak final, peserta yang
melakukan kesalahan sebanyak 3 kali akan langsung tereliminasi. Dyah dan
Rizqi berhasil menyingkirkan puluhan peserta hingga dapat melaju ke
babak final.
(okezone.com)