Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Majukan Desa, Mantan Presma Bem UNRI ini Hadirkan Gerakan Membaca Dikampungnya

Majukan Desa, Mantan Presma Bem UNRI ini Hadirkan Gerakan Membaca Dikampungnya

Laporan : Aditya Prahara
Rabu, 21 Feb 2018 20:52
Aditya Prahara
Foto bersama Andres dengan anak-anak disela-sela kegiatan membaca mereka.
GAUNGANAKSERKA - Andres Pransiska yang merupakan mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UNRI) Priode 2015-2016 seakan-akan tiada hentinya membuat gerakan untuk Desa Teluk Pantaian, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS). 

Setalah kemarin membuat gebrakan dengan mendirikan sekolah Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Nurul Wathan bagi anak-anak Desa, ia kembali membuat Gerakan Desa Membaca.

Lima pekan sudah berlangsung diadakannya Gerakan Desa Membaca di Desa Teluk Pantaian itu, dimana konsep dari Gerakan Desa Membaca adalah dengan membuka lapak bacaan bagi masyarakat dan anak-anak desa setiap pekannya secara rutin dan kontiniu.

"Memang ini lompatan kecil yang sering kali dianggap sepele tapi inilah sebuah gerakan besar yang dampaknya juga bisa besar," jelas Andres.

Dikatakannya, untuk membangun desa satu sisi yang sangat menarik untuk ditonjolkan adalah dari sisi pendidikannya. Selain dikarenakan karena backgroundnya adalah berasal dari jurusan pendidikan, tetapi juga didasarkan atas keprihatinan terhadap minat baca yang rendah sehingga hal tersebutlah melatarbelakanginya untuk melakukan Gerakan Desa Membaca. 

Kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

"Gerakan Desa Membaca hadir sebagai sebuah jawaban akan tanya dari minat baca anak-anak desa karena dengan kebiasaan membaca secara rutin dan rutinitas akan membuat anak-anak dan masyarakat terbiasa dengan membaca. Ini adalah cara yang lebih efektif untuk meningkatkan minat dan daya baca masyarakat dan anak-anak. Bukan dengan sebuah program tapi dengan sebuah gerakan. Karena efek sebuah gerakan biasanya lebih cepat menyebar dibandingkan program," sambungnya kembali.

"Indonesia tidak akan bercahaya karena obor obor di Jakarta tetapi Indonesia baru akan bercahaya karena lilin lilin di desa. Coba bayangkan jika para aktivis kampus yang sudah menyelesaikan studi belajarnya punya kepedulian sedikit terhadap kampung halamannya dan tidak hanya turut serta dalam politik praktis saja serta tergoda akan manisnya kota. Maka akan berapa banyak anak-anak muda yg akan menyalakan lilin lilin Indonesia dari desa, Mari Nge-Desa," ajaknya. (adp)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.