- Home
- Pendidikan
- Mengulik Asal-Usul Unsoed
Kampus
Mengulik Asal-Usul Unsoed
Selasa, 11 Agu 2015 08:33
Jenderal Soedirman wafat pada usia 34 tahun, tepatnya pada 29 Januari 1950. Dia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 Desember 1964.
Nama besarnya kerap digunakan untuk menandai berbagai tempat di Tanah Air. Salah satunya, Jalan Jenderal Soedirman, di Jakarta Pusat. Bahkan, jika melintasi jalan tersebut kita bisa menemukan patung Jenderal Soedirman berdiri tegak dengan seragam lengkap.
Nama Jenderal Soedirman juga terdapat dalam uang kertas rupiah keluaran 1968 serta diabadikan sebagai nama museum dan monumen. Satu perguruan tinggi di daerah Purwokerto, Jawa Tengah pun memakai namanya, yaitu Universitas Jenderal Soedirman atau yang dikenal dengan Unsoed.
Berawal pada 17 Agustus 1945 ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Jenderal Soedirman ditugaskan Presiden Soekarno untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas. Tugas ini dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat.
Jenderal Soedirman begitu dikenal luas masyarakat setempat. Tidak hanya itu, Jenderal Soedirman merupakan sosok dan tokoh yang paling disegani di daerah Banyumas. Ketika Jenderal Soedirman wafat pada 29 Januari 1950, derai air mata mengiringi kepergiannya. Dari situlah masyarakat Banyumas, dinas instansi, dan TNI membentuk yayasan pembina untuk mendirikan Universitas Jenderal Soedirman guna mengenang dan menghormati sang jenderal besar.
Berselang 13 tahun setelah Jenderal Soedirman meninggal dunia, berdirilah Unsoed dengan Surat Keputusan Presiden RI No 195 tertanggal 23 September 1963. Unsoed diresmikan oleh Menteri PTIP Prof Dr Tojib Hadiwidjaja bertempat di rumah Dinas Residen Banyumas.
Pada awalnya Unsoed memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, dan Fakultas Ekonomi. Selanjutnya Unsoed terus berkembang dan menambah bidang program studi sampai saat ini.
Kini, di usia yang ke-51, Unsoed tetap setia dan berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang berorientasi pada pengembangan sumberdaya perdesaan berkelanjutan, serta penggalian dan pemanfaatan kearifan lokal. Semua ini demi menghormati dan mengenang jasa sang Panglima Besar Jenderal Soedirman. (berbagai sumber) Pendidikan
Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang Terkait Kasus MBG
Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan kesempatan untuk memeriksa nanik S. Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan Program Makan Bergi
Masih Sering Balap Liar, Kasat Lantas Polres Bengkalis Ingatkan Ada Sanksi Pinada Kurungan
BENGKALIS - Aksi balap liar masih sering terjadi dan ditertibkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis. Pelaku balap liar yang didominasi remaja ini seakan tidak pernah jera untuk
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jabat Kepala BGN, Pelantikan Siang Ini
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini dilakukan menyusul pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan
Kunker ke Tanjung Pinang, Hendry Munief Kawal Alokasi Dana Khusus Kepulauan
TANJUNGPINANG - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin hingga Selasa (20-21/7/2026). Kunjungan ini b
Lama Tak Masuk Kerja Tanpa Alasan, Dua Polisi di Kuansing Ini Resmi Dipecat
TELUKKUANTAN â€" Dua anggota Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau resmi diberhentikan tidak dengan hormat setelah terbukti membolos kerja selama lebih dari satu bulan berturut-turut.Upacara Pember