Senin, 27 Apr 2026

Meninggal Usai Diwisuda, Icha Tak Pernah Sakit Kronis

Jumat, 11 Sep 2015 19:29

YOGYAKARTA - Futicha Sirrulhayati Muna atau Icha (22), mahasiswi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang meninggal beberapa jam setelah diwisuda, menyukai biologi sejak kecil.

Menurut Sumarsana (52), ayah Icha, yang dihubungi melalui sambungan telepon, sejak kecil Icha memiliki cita-cita sebagai dokter. Karena tidak diterima, masuk ke FMIPA UNY. "Dia dari kecil suka pelajaran IPA, makanya dia ingin ke kedokteran," ucapnya kepada Okezone, Jumat (11/9/2015).

Anak pertama dari tiga bersaudara ini masuk UNY pada 2010, dan aktif dalam kegiatan penelitian. Bahkan dalam tugas akhirnya meneliti tentang bakteri. "Dia itu rajin melakukan penelitian di Yogya. Bahkan ikut kelompok penelitian," kata warga Kalibening , Dukun, Magelang

Sumarsana menceritakan, sejak kecil Icha tidak pernah menderita penyakit serius. Waktu kecil Icha menderita penyakit flex paru-paru. Kendati demikian dia mengakui saat mengerjakan skripsi Icha sering mengeluh sakit. "Sejak kecil tidak punya penyakit aneh-aneh. Hanya kemarin memang sering mengeluh pusing. Mungkin anak kos biasa mas, kurang minum," ucapnya.

Pada awal Agustus lalu, Icha dibawa ke rumah sakit di Muntilan karena menderita sakit panas dan sesak nafas. Lalu setelah dirawat beberapa hari diperbolehkan pulang. Lalu Icha, masuk rumah sakit lagi, karena sakit. "Dokter menyarankan untuk MRI ke Yogyakarta, untuk mengetahui detail penyakitnya, karena di sini kekurangan alat," jelasnya.

Tanggal 29 Agustus, dia dibawa ke Yogjakarta untuk melakukan MRI, tepat di hari dia diwisuda. Belum sempat merasakan kebahagiaan, dara manis ini meninggal dunia setelah sampai di rumahnya.

Sumarsana menceritakan, ada kemungkinan dugaan penyakit Icha karena bakteri yang ditelitinya. Namun dirinya, tetap mengikhlaskan kematian anak pertamanya itu. "Segala kemungkinan penyebab kematiannya ada, pernah ada seorang dokter yang keceplosan bilang kemungkinan terkena bakteri saat penelitan, tetapi saya tidak mau menduga lebih jauh. Jika itu benar kedepan menjadi pelajaran, agar lebih berhati-hati," pungkasnya.

(okezone)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.