Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Menristekdikti: Kampus Swasta Harus Bisa Bersaing dengan PTN

pendidikan

Menristekdikti: Kampus Swasta Harus Bisa Bersaing dengan PTN

Kamis, 29 Mar 2018 16:44
okezone.com
Foto: Dok Kemristekdikti

JAKARTA - Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan, keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari jumlah gedung, fasilitas atau jumlah dosen dan mahasiswa yang dimiliki. Menurutnya, yang utama adalah dapat menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. Selain itu juga dapat menghasilkan dan mengaplikasikan iptek bagi masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Nasir saat menjadi narasumber dalam dialog pendidikan dengan tema "Pengelolaan Akademik di Era Disrupsi Teknologi", di Aula Universitas Ngudi Waluyo (UNW), baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu juga, mantan Rektor Terpilih Undip itu mengatakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Perguruan tinggi dituntut kesanggupannya dalam memproduksi SDM terdidik yang berkualitas, terampil, dinamis, dan menjadi learner yang mampu belajar, serta mengejar hal-hal baru. Bahkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi perkembangan zaman," tutur Nasir dalam siaran persnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, perguruan tinggi semakin dituntut untuk mempersiapkan para mahasiswanya akan pekerjaan yang belum ada. Di samping menciptakan iptek yang inovatif, adaptif, kompetitif sebagai konsep utama daya saing dan pembangunan bangsa di era industri 4.0.

Era disrupsi menurut Nasir yaitu evolusi atau perubahan ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya atau digitalisasi. Fenomena ini berkembang pada perubahan pola dunia bisnis.

Era ini, kata dia, menuntut kita untuk berubah atau punah, berinovasi atau tertinggal. Salah satu cara antisipasinya perguruan tinggi didorong untuk digitalisasi sistem pendidikan.

"Saat ini Indonesia tengah memasuki era Revolusi Industri 4.0, era disrupsi teknologi. World Economic Forum (WEF), menyebut Revolusi Industri 4.0 adalah revolusi berbasis Cyber Physical System yang secara garis besar merupakan gabungan tiga domain yaitu digital, fisik, dan biologi. Ini ditandai dengan munculnya fungsi-fungsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam teknologi industri yang semakin pintar menyaingi manusia, eranya mobile supercomputing, intelligent robot, self-driving cars, neuro-technological brain enhancements, bahkan genetic editing (manipulasi gen)," papar Nasir.

Sementara itu, Subyantoro Rektor UNW mengatakan perkembangan pendidikan tinggi harus makin dipacu dengan berbasis teknologi sehingga perguruan tinggi dapat memberikan dampak responsif terhadap perkembangan revolusi industri 4.0.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Senin, 29 Jun 2026 14:06

    Pramono Spill Strategi Bereskan 2 Proyek Mangkrak Puluhan Tahun di Jakarta

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara kiat menyelesaikan dua proyek mangkrak di Jakarta, yaitu proyek monorel di Jalan Rasuna Said dan proyek Rumah Sakit (RS) Sumber Waras. Dia mengataka

  • Senin, 29 Jun 2026 14:04

    Kronologi Bocah Jaksel Jatuh ke Lubang Saat Main hingga Terjebak Berjam-jam

    Jakarta - Seorang bocah laki-laki berinisial I (4) terperosok jatuh ke dalam lubang sedalam 3,7 meter di Tebet, Jakarta Selatan, hingga terjebak di dalam selama kurang lebih 4 jam. Korban dinyatakan m

  • Senin, 29 Jun 2026 13:53

    BNN RI-Kemendagri Rusia Teken Kesepakatan Usut Jaringan Narkoba Internasional

    Jakarta - Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto memimpin delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia di Moskow. Dalam pertemuan itu disepakati penguatan kerja sa

  • Senin, 29 Jun 2026 13:49

    Komnas Perempuan Minta Maaf Usai Sebut Kasus YTR Belum Masuk Penyiksaan Versi PBB

    Jakarta - Komnas Perempuan meminta maaf terkait pernyataannya terkait kasus wanita di Bandung, YTR, yang disiksa selama 3 tahun bukan termasuk penyiksaan kategori yang ditetapkan PBB. Komnas Perempuan

  • Senin, 29 Jun 2026 13:48

    Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri, Dasco: Ini Kabar Gembira bagi Pekerja

    Jakarta - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi pemerintah yang menurunkan harga gas industri yang dikeluhkan serikat pekerja karena bisa memicu PHK. Dasco menyebut penurunan harga gas indus

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.