Senin, 11 Mei 2026

PPDB 2018, Semua SMP di Yogja Akan Dibuat Favorit

Senin, 05 Mar 2018 16:06

SOLO - Dinas Pendidikan Kota Yogjakarta mulai menyiapkan langkah untuk mendukung pelaksanaan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 yang tidak lagi menggunakan syarat nilai untuk dapat diterima di suatu sekolah.

Jenjang SMP menjadi fokus dinas untuk melakukan pemerataan kualitas pendidikan dengan melukir banyak guru serta memberikan fasilitas yang sepadan pada setiap sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogjakarta Edy Heri Suasana menegaskan pihaknya akan menjadikan semua SMP negeri di Kota Jogja memiliki kualitas sepadan dengan SMPN 5 yang selama ini menjadi pilihan pertama masyarakat atau sering disebut favorit. Oleh karena itu, ia sudah menata guru dengan menerapkan kebijakan mutasi. Guru yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman mengajar dan turut mengembangkan sekolah favorit seperti SMPN 5 telah dimutasi ke sejumlah SMPN lain di Kota Yogja.

"Harapan kami semua SMPN di Kota Yogja ini semua seperti SMPN 5, maka guru juga kami tata, guru SMPN 5, SMPN 8, SMPN 9 sudah kami mutasi. Ada yang dari SMPN 15 masuk ke SMPN 5 dan seterusnya. Sehingga gradasi gurunya relatif sama," katanya, Sabtu (3/3/2018).

Mutasi itu dilakukan sejak November 2017, lanjutnya, hingga empat tahap sampai pertengahan 2018. Dengan rincian, tahap pertama hanya 12 guru, tahap kedua 18 guru, tahap ketiga sekitar 30 guru dan tahap keempat masih dalam pembahasan. Edy menegaskan mutasi itu secara tegas dilakukan karena jarak antara SMPN satu dengan lainnya di Kota Yogja tidak terlalu jauh dengan maksimal sekitar delapan kilometer.

"Sehingga guru tidak terlalu berpengaruh meski titik tujuan berangkat ke sekolah berpindah, mungkin agak jauh sedikit tetapi jaraknya maksimal kan hanya bertambah sekitar delapan kilometer," kata dia.

Penataan juga dilakukan dengan mendorong agar guru mampu memenuhi kualifikasi instruktur nasional (IN). Guru yang memiliki kualifikasi itu tidak menumpuk di satu sekolah karena telah dimutasi. Begitu juga guru yang memiliki kualifikasi instruktur provinsi (IP) dan instruktur kota/kabupaten (IK) semuanya telah ditata secara merata di berbagai sekolah. "Kalau yang berkualifikasi IN itu ada puluhan," kata dia.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.