Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Pelajar Indonesia Sabet 7 Medali di Olimpiade Ilmu Kebumian

Pelajar Indonesia Sabet 7 Medali di Olimpiade Ilmu Kebumian

Admin
Kamis, 02 Sep 2021 15:25
okezone.com

JAKARTA - Delapan siswa Indonesia kembali harumkan nama bangsa Indonesia pada ajang International Earth Science Olympiad (IESO) ke-15 tahun 2021, yang digelar secara daring pada 25 hingga 30 Agustus 2021.

Pada ajang ini, tim Indonesia berhasil meraih tiga medali perak dan empat medali perunggu. Selain ketujuh medali tersebut, wakil Indonesia juga meraih beberapa penghargaan lain untuk setiap kegiatannya.

“Terima kasih kasih atas semangat dan prestasi yang menjadi inspirasi bagi semua teman sebaya. Kegiatan ini merupakan energi positif yang terus memberikan prestasi yang terbaik ke depannya. Tahun ini kita diberi amanat untuk mengelola beasiswa yang diperuntukkan bagi talenta muda berprestasi di tingkat nasional,” katanya dilansir dari laman resmi Kemendikbud di kemdikbud.go.id, Kamis (2/9/2021).

Tiga medali perak dengan predikat very good diraih oleh Sean Matthew, siswa SMAK Petra 2 Surabaya; Iqbal Rakha Perdana, siswa SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo; dan Glady Sajidah Zahra, siswa SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.

Sementara itu, empat medali perunggu dengan predikat good diraih oleh Eillen Theodora, siswa SMAK Petra 2 Surabaya; Andrereza Medya Endrikaputra, siswa MAN Insan Cendekia Lampung Timur; Hilman Agung Saputra, siswa MAN 2 Kota Malang; dan Tania Cresentia. Siswa SMAK Immanuel Pontianak.

Tujuh medali ini, diraih tujuh siswa pada kategori lomba Data Mining Test (DMT). Tes ini merupakan uji kemampuan siswa di antaranya tes tertulis dan tes praktik di lapangan secara virtual.

Tes ini lebih menekankan pada penalaran siswa dalam mempraktikkan pemahaman teoretis dalam ilmu kebumian untuk kasus tertentu. Kasus yang diangkat pada tes ini adalah mengenai aktivitas vulkanik Gunung Etna di Italia dan deposit bauksit di Provence, Prancis.

Sementara itu, Rani Saraswati, siswa MAN 2 Kota Malang; Andrereza Medya Endrikaputra, Hilman Agung Saputra, Eillen Theodora, dan Tania Cresenti, berhasil meraih predikat good sebagai National Team Field Investigation.

Selain itu, Rani Saraswati dan Sean Matthew juga berhasil meraih penghargaan dengan predikat good untuk lomba Earth System Project (ESP).

Kemudian, hasil riset tersebut diwujudkan dalam sebuah poster yang kemudian dipamerkan dan dinilai oleh para juri. Topik-topik tersebut adalah isu-isu yang aktual saat ini, misalnya hubungan antara pandemi Covid-19 dengan sistem bumi.

Penghargaan selanjutnya, peringkat ketujuh untuk lomba Mission to Mars diraih oleh Andrereza Medya Endrikaputra. Lomba ini merupakan suatu permainan melakukan ekspedisi di Planet Mars dengan memecahkan masalah-masalah yang diberikan menggunakan suatu aplikasi khusus. Permainan ini membantu peserta mengeksplorasi fitur-fitur dari Planet Mars.

Penghargaan berikutnya, peringkat pertama kegiatan Mentor Choice in Earth System Art oleh Iqbal Rakha Perdana. Peringkat ketiga kegiatan Student Choice in Earth System Art oleh Iqbal Rakha Perdana dan Hilman Agung Saputra, serta peringkat kedua kegiatan Student Choice in Art for Art’s Sake oleh Hilman Agung Saputra.

IESO merupakan ajang kompetisi siswa pra perguruan tinggi untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan terkait geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi.

Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

“IESO merupakan salah satu contoh dari olimpiade yang menuntut kemampuan komprehensif siswa dalam berpikir kritis analitis, kreativitas menjawab persoalan secara tepat, komunikasi yang prima, dan kerja sama yang dinamis antarpeserta dari seluruh dunia. Ini adalah kemampuan abad ke-21 yang nyata diperlihatkan oleh generasi-generasi berbakat dunia dalam IESO,” jelas Asep Sukmayadi.

Sebelumnya, ajang IESO ke-14 diselenggarakan di Daegu, Korea Selatan, pada 26 Agustus - 3 September 2019 lalu. Kemudian, IESO ke-13 ini diikuti oleh 43 tim dari 41 negara peserta dengan dua negara peserta baru, yaitu Uni Emirat Arab dan Tajikistan.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.