Senin, 04 Mei 2026

Pendidikan

Pendidikan Tinggi Harus Berdaya Saing

Jumat, 17 Jun 2016 11:57
Shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sedang menggenjot perguruan tinggi Tanah Air untuk berkelas dunia. Upaya ini dilakukan lantaran saat ini Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sehingga kompetisi antarnegara tak bisa dihindari lagi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemristekdikti, Sutrisna Wibawa mengatakan, dalam menghadapi MEA setidaknya Indonesia harus memiliki tenaga terampil dan tenaga ahli. Tenaga terampil diproduksi dari pendidikan diploma atau vokasi. Sedangkan tenaga ahli didapat baik dari lulusan sarjana, master, hingga doktor.

"Dalam pembelajaran, selain diajarkan untuk mengasah inovasi juga perlu memunculkan jiwa kewirausahaan," tuturnya dalam talkshow Internationalization & Industry-Oriented Higher Education System di Hotel Pullman, Jakarta, belum lama ini.

Menghadapi era kompetisi, ucap dia, tidak bisa hanya dilihat melalui pendidikan tinggi di dalam negeri. Tetapi, harus dibandingkan dengan negara-negara lain. Kemristekdikti sendiri terus berusaha meningkatkan standar pendidikan tinggi guna melahirkan lulusan yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing nasional dan global.

"Kenapa kita harus membandingkan? Karena daya saing. Kalau hanya melihat Indonesia kita merasa sudah baik, tetapi jika dibandingkan dengan negara lain. ternyata masih banyak yang harus ditingkatkan," ujarnya.

Dalam talkshow tersebut, hadir pula Rektor Swiss German University (SGU), Filiana Santoso; Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia, Josef Winter; serta pengamat pendidikan, Ina Liem. Filiana menilai, sistem pembelajaran di pendidikan tinggi tidak sekadar kurikulum dan kompetensi, tetapi juga mencakup bagaimana cara guru atau dosen dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa.

"Mahasiswa zaman sekarang berbeda dengan dulu. Jadi cara mengajarkan ke anak juga harus baru. Paling tidak membuat mereka suka terhadap pelajaran tersebut," pungkasnya. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.