Senin, 11 Mei 2026

Peneliti IPB Buat Tempe dari Jagung

Jumat, 09 Mar 2018 09:06

JAKARTA - Tim peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Muhammad Arpah dan Lomok Aritonang berhasil membuat tempe berbahan dasar jagung nikstamal atau biasa disebut homini. Mereka memanfaatkan homini sebagai bahan substitusi dalam pembuatan tempe kedelai.

Pada penelitian ini pengaruh penggunaan homini sebagai bahan substitusi dalam pembuatan tempe campuran kacang kedelai dan homini diuji dengan beberapa konsentrasi, yaitu 25%, 50%, 75% hingga 100% homini yang ditambahkan pada tempe kedelai. Dari uji coba tersebut, diketahui bahwa tempe dengan substitusi homini sebesar 25% memiliki pemeriksaan fisik dan sifat sensori yang mirip dengan tempe kedelai murni.

"Dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan homini sebagai bahan substitusi dalam pembuatan tempe dapat menjadi salah satu alternatif untuk menekan harga produksi tempe bagi pengrajin tempe," ujar Muhammad Arpah seperti dilansir laman IPB, Jumat (9/3/2018).

Muhammad Arpah dan Lomok Aritonang terinspirasi untuk mencoba membuat tempe berbahan dasar jagung ini karena tempe merupakan pangan khas Indonesia yang juga banyak disukai masyarakat dan memiliki sumber protein yang baik. Namun, produksi kedelai di Indonesia yang tak stabil tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tempe dan mengakibatkan Indonesia harus mengimpor kedelai dari negara lain sehingga membuat harga tempe melonjak drastis.

Sedangkan jagung dipilih sebagai pengganti kedelai karena dinilai sama-sama memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang baik. Berdasarkan komposisi kimia dan kandungan zat gizinya, jagung berpotensi sebagai bahan pangan dan bahan baku industri. Di Indonesia, produksi jagung sebagai bahan pangan pokok berada di urutan ketiga setelah padi dan ubi kayu. Selain itu, harga jagung juga lebih ekonomis.

Jagung nikstamalisasi sendiri adalah jagung yang diolah dengan cara memasak biji jagung dalam larutan kapur pada suhu 90-110 derajat celcius selama 10-15 menit untuk kemudian direndam dalam larutan yang sama selama semalaman. Dengan proses niktamalisasi, proses pelepasan perikarp, lembaga, dan penggilingan menjadi lebih mudah, rasa, tekstur, dan aroma yang dihasilkan juga lebih khas. Selain itu, juga meningkatkan kandungan gizi dan mengurangi kandungan mikotoksin (racun yang dihasilkan oleh cendawan atau jamur pada jagung).

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2026 11:51

    Seorang Kurir Narkoba Ditangkap, Sabu 21,1 Kg Berhasil Disita

    Siak-Lagi-lagi kurir narkoba yang menjadi sasaran penangkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri yang berhasil menggagalkan sabu seberat 21,1 kilogram di wilayah P

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:41

    23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:36

    PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia

    BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:29

    Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban

    KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs

  • Sabtu, 09 Mei 2026 16:20

    Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis

    Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.