Senin, 29 Jun 2026

Peneliti IPB Buat Tempe dari Jagung

Jumat, 09 Mar 2018 09:06

JAKARTA - Tim peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Muhammad Arpah dan Lomok Aritonang berhasil membuat tempe berbahan dasar jagung nikstamal atau biasa disebut homini. Mereka memanfaatkan homini sebagai bahan substitusi dalam pembuatan tempe kedelai.

Pada penelitian ini pengaruh penggunaan homini sebagai bahan substitusi dalam pembuatan tempe campuran kacang kedelai dan homini diuji dengan beberapa konsentrasi, yaitu 25%, 50%, 75% hingga 100% homini yang ditambahkan pada tempe kedelai. Dari uji coba tersebut, diketahui bahwa tempe dengan substitusi homini sebesar 25% memiliki pemeriksaan fisik dan sifat sensori yang mirip dengan tempe kedelai murni.

"Dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan homini sebagai bahan substitusi dalam pembuatan tempe dapat menjadi salah satu alternatif untuk menekan harga produksi tempe bagi pengrajin tempe," ujar Muhammad Arpah seperti dilansir laman IPB, Jumat (9/3/2018).

Muhammad Arpah dan Lomok Aritonang terinspirasi untuk mencoba membuat tempe berbahan dasar jagung ini karena tempe merupakan pangan khas Indonesia yang juga banyak disukai masyarakat dan memiliki sumber protein yang baik. Namun, produksi kedelai di Indonesia yang tak stabil tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tempe dan mengakibatkan Indonesia harus mengimpor kedelai dari negara lain sehingga membuat harga tempe melonjak drastis.

Sedangkan jagung dipilih sebagai pengganti kedelai karena dinilai sama-sama memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang baik. Berdasarkan komposisi kimia dan kandungan zat gizinya, jagung berpotensi sebagai bahan pangan dan bahan baku industri. Di Indonesia, produksi jagung sebagai bahan pangan pokok berada di urutan ketiga setelah padi dan ubi kayu. Selain itu, harga jagung juga lebih ekonomis.

Jagung nikstamalisasi sendiri adalah jagung yang diolah dengan cara memasak biji jagung dalam larutan kapur pada suhu 90-110 derajat celcius selama 10-15 menit untuk kemudian direndam dalam larutan yang sama selama semalaman. Dengan proses niktamalisasi, proses pelepasan perikarp, lembaga, dan penggilingan menjadi lebih mudah, rasa, tekstur, dan aroma yang dihasilkan juga lebih khas. Selain itu, juga meningkatkan kandungan gizi dan mengurangi kandungan mikotoksin (racun yang dihasilkan oleh cendawan atau jamur pada jagung).

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.