Kamis, 25 Jun 2026

Pendidikan

Putra Jokowi KKN di Mojokerto

Kamis, 14 Jul 2016 11:44
Istimewa
Kaesang Pangareb (kanan).

SURABAYA - Anak bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep yang merupakan mahasiswa SIM University-Singapore, mengikuti Community Outreach Program (COP) yang diadakan Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya di Mojokerto, Jawa Timur, mulai (14/7/2016). Kegiatan itu berakhir pada 3 Agustus 2016.

"SIM University Singapura memang mitra baru kami dalam COP atau KKN (kuliah kerja nyata) tahunan itu. Sehingga sekarang ada sembilan negara yang terlibat COP 2016, yakni dua negara dari Eropa dan tujuh dari Asia," kata Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat UKP Herri Christian Palit, kemarin.

Sementara Rektor UKP Surabaya Rolly Intan menjelaskan, peserta COP 2016 ada 201 mahasiswa yang meliputi 141 mahasiswa asing (delapan negara) dan 60 mahasiswa Indonesia.

"Ke-60 mahasiswa Indonesia itu tercatat 51 mahasiswa UKP dan sembilan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang NTT. Untuk delapan negara itu memang ada dua negara baru, yakni Singapura dan Inggris. Nah, anak Presiden itu menjadi peserta dari SIM University. Kolaborasi sembilan negara itu sesuai dengan visi UK Petra untuk menjadi global university," ucapnya.

Menurut Rolly, peserta COP dari kalangan mahasiswa asing memang terbanyak untuk tahun ini, karena biasanya hanya 100-an mahasiswa asing, namun tahun ini mencapai 141 mahasiswa asing. Sehingga kemungkinan ada 3-4 rumah warga Mojokerto akan diinapi mahasiswa asing.

"Tapi, kami akan berusaha rumah warga yang diinapi mahasiswa asing itu akan berada di dekat rumah yang berisi mahasiswa campuran antara mahasiswa asing dan Indonesia. Sehingga akan memudahkan komunikasi bila mahasiswa asing memerlukan bantuan dalam berkomunikasi dengan warga atau orangtua asuh," ucapnya.

Terkait keterlibatan anak Presiden itu, ia mengatakan pihaknya tidak akan memberikan perlakuan yang berbeda dengan mahasiswa lain. Sebab, tujuan COP untuk belajar mensyukuri diri, berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda budaya, dan sebagainya.

"Karena itu, kami tidak memberi perlakuan berbeda agar tujuan COP tercapai. Namun perbedaan yang mungkin teknis adalah pengamanan dari Paspamres yang sudah beberapa hari ini di Surabaya dan bahkan meninjau lokasi COP di Mojokerto juga. Kalau soal pengamanan yang berbeda itu kami dapat memahami, meski Kaesang sendiri enggak suka itu," kata Rolly.

Ia menambahkan COP 2016 yang bertema "Keep Blessing The Nations" itu akan diisi berbagai kegiatan. Di antaranya mengajar anak-anak desa, bantuan fisik seperti mengecat sekolah atau mendirikan fasilitas tenaga listrik solar cell, dan atraksi budaya seperti tari dan makanan untuk masyarakat desa.(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.