Selasa, 05 Mei 2026

Pendidikan

Remaja Ini Ciptakan Materi Ajaib Atasi Kekeringan

Rabu, 17 Agu 2016 12:41
CNN
Kiara Nirghin.

JAKARTA - Bencana kekeringan terburuk di Afrika Selatan telah menyebabkan masyarakat di delapan dari sembilan provinsi di negara itu mengalami krisis air berkepanjangan. Serikat Pertanian Agri Afrika Selatan telah meminta bantuan senilai 1 miliar dolar dari subsidi pemerintah untuk membantu para petani. Namun, belum ada sumber untuk mengatasi masalah tersebut.

Berawal dari kondisi tersebut, seorang remaja berusia 16 tahun, Kiara Nirghin baru saja memenangkan Google Science Fair's Community Impact Award for the Middle East and Africa atas karyanya yang berjudul 'No More Thirsty Crops'.

Kiara memanfaatkan kulit jeruk dan avokad untuk membuat polimer penyerap super atau super absorbent polymer (SAP), yang mampu menyimpan cadangan air. Dengan begitu, para petani bisa mempertahankan tanamannya, bahkan dengan biaya minimal. Polimer ciptaan Kiara juga aman lantaran menggunakan bahan limbah yang dapat didaur ulang.

"Kiara menemukan bahan ideal yang murah dan sederhana, yakni kulit jeruk. Dan dari penelitiannya, dia menemukan cara untuk mengubahnya menjadi tanah penyimpan air dengan bantuan avokad," ucap Ketua Program Google Science Fair, Andrea Cohan, sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (17/8/2016).

Kiara mengungkapkan bahwa ia ingin berusaha mengatasi salah satu masalah yang menyebabkan krisis nasional tersebut. "Saya ingin meminimalkan efek kekeringan di tengah masyarakat, terutama yang berpengaruh pada tanaman," tuturnya.

Menemukan formula yang sempurna, kata Kiara, tidaklah mudah. Berbagai rangkaian eksperimen pun telah dia coba sampai akhirnya berhasil.

"Saya mulai dengan meneliti apa itu SAP dan apakah mereka memiliki persamaan dengan rantai polisakarida. Kemudian saya menemukan bahwa kulit jeruk memiliki 64 persen polisakarida serta pektin pembentuk gel. Sementara saya gunakan kulit avokad sebagai minyak," jelasnya.

Setelah menggabungkan dan membiarkan campuran tersebut di bawah sinar matahari, kandungan di dalamnya kemudian bereaksi membentuk polimer penyerap yang kuat.

"Jika gagasan itu dikomersialisasikan dan diterapkan untuk pertanian, saya pikir dampak kekeringan pada tanaman akan berkurang," tambahnya (Okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.