- Home
- Pendidikan
- Terpapar Kabut Asap, Siswa Buat Pendeteksi Gas Beracun
Pendidikan
Terpapar Kabut Asap, Siswa Buat Pendeteksi Gas Beracun
Kamis, 21 Jul 2016 11:19
JAKARTA - Kabut asap yang sempat melanda beberapa wilayah di Indonesia menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat. Selain mengganggu aktivitas warga, zat yang terkandung dalam kabut asap juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Berbagai penyakit pun muncul, khusunya pada saluran pernapasan.
Dampak kabut asap turut dialami oleh dua pelajar Tarakan, Kalimantan Utara, Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan. Namun berkat bencana tersebut, keduanya justru mendapat ide untuk membuat alat pendeteksi gas beracun, seperti karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO).
Alat tersebut kemudian diberi nama D-Box CC (Derector Box for CO and CO2). Feri menjelaskan, alat ini setidaknya memiliki tiga fungsi utama.
"Pertama berfungsi mendeteksi karbon monoksida dan karbon dioksida. Sebab, dua zat itu berbahaya namun tak bisa dilihat juga dirasakan," tuturnya.
Jika sudah terdeteksi, ucap dia, fungsi kedua dari alat buatannya adalah menampilkan kadar zat tersebut. Terdapat tiga indikasi berupa LED hijau yang menyatakan aman, kuning cukup berbahaya, dan merah berbahaya. Nantinya kandungan zat juga akan muncul pada LCD di bagian bawah alat tersebut.
"Fungsi ketiga adalah adanya buzzer berbunyi seperti alarm jika kandungan gas sudah berbahaya," terangnya.
Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tarakan itu mengungkapkan, kelebihan D-box CC adalah ukurannya yang kecil, yakni 20x20x10 cm. Alat ini juga dilengkapi dengan fitur tambahan berupa pengukur suhu dan kelembaban.
"Biaya pembuatan alat ini sekira Rp529 ribu. Kami mengembangkannya selama dua sampai tiga bulan," imbuhnya.
Inovasi tersebut sendiri telah mendulang prestasi di kancah internasional. Keduanya bahkan meraih emas di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2016 di China.
"Implementasi alat ini bisa dipakai di rumah, kantor, mendeteksi sumur, dan lain sebagainya," tandas cowok yang bercita-cita menjadi dokter itu.(okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh